Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Oktober 2025 | 21.54 WIB

Operasi Pembebasan Sandera MT Pematang Diangkat ke Layar Lebar, Ceritakan Kisah Heroik Letkol Taufiqoerrochman

Film berjudul The Hostage’s Hero yang diangkat dari kisah nyata pembebasan sandera di Selat Malaka bakal mulai diputar di bioskop-bioskop Indonesia pada Januari 2026. (Syahrul/JawaPos.com). - Image

Film berjudul The Hostage’s Hero yang diangkat dari kisah nyata pembebasan sandera di Selat Malaka bakal mulai diputar di bioskop-bioskop Indonesia pada Januari 2026. (Syahrul/JawaPos.com).

JawaPos.com -  TNI AL pernah melaksanakan operasi pembebasan 36 sandera di Selat Malaka pada 2004 silam. Operasi tersebut dilaksanakan oleh awak kapal perang KRI Karel Satsuitubun-356 di bawah komando Letkol Laut (P) Taufiqoerrochman yang dijuluki sebagai letkol ‘gila’. Keberhasilan operasi tersebut diangkat menjadi film layar lebar oleh Angkatan Laut, setelah Taufiq pensiun dengan pangkat laksamana TNI. 

Melalui press conference di Wisma Elang Laut (WEL), Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus) pada Kamis (23/10), Angkatan Laut menyampaikan bahwa film berjudul The Hostage’s Hero tersebut akan ditayangkan di bioskop seluruh Indonesia mulai Januari tahun depan. Film tersebut dibintangi oleh aktor Yama Carlos yang berperan sebagai Letkol Taufiq. Sementara komandan kelompok pembajak diperankan oleh Rifky Balweel. 

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menyampaikan bahwa film yang diangkat dari kisah nyata itu mengisahkan operasi pembebasan sandera dari pembajak yang sudah menguasai MT Pematang milik Pertamina. Lantaran diambil dari kisah nyata, pembuatan naskah skenario film tersebut dikawal oleh Laksamana TNI (Purn) Taufiqoerrochman yang memimpin operasi tersebut. 

”Film ini memuat latar belakang yang sangat penting, yakni kisah nyata heroik, penyelamatan kapal tanker dari aksi pembajakan di perairan nasional Indonesia,” kata Tunggul. 

Perwira tinggi bintang satu TNI AL itu menyampaikan bahwa kisah operasi yang dipimpin oleh Laksamana Taufiq sangat menginspirasi. Karena itu, Angkatan Laut menilai kisah tersebut pantas disebarluaskan kepada masyarakat. Menurut Tunggul, film adalah salah satu media yang paling relevan dan cepat diterima oleh masyarakat. Sehingga instansinya memberikan dukungan penuh terhadap film yang digarap oleh sutradara Revo S. Rurut tersebut. 

”Kami ingin menegaskan bahwa film ini adalah karya sinema independen yang mendapatkan validasi dan bantuan fasilitas dari TNI Angkatan Laut. Dukungan kami berikan karena kami percaya film ini adalah media terbaik untuk menampilkan profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut yang senantiasa siap siaga menjaga kedaulatan negara,” harapnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Laksamana Taufiq selaku tokoh nyata di balik film tersebut menyampaikan bahwa kala itu, operasi pembebasan sandera di laut belum pernah dilakukan. Apalagi dengan tingkat keberhasilan mencapai 100 persen. Yakni seluruh sandera selamat, pembajak ditumpas, dan tidak ada satu orang pun prajurit yang gugur. 

”Memang dalam sejarah belum pernah ada yang berhasil operasi (pembebasan sandera) di laut,” imbuhnya. 

Selain itu, dalam operasi tersebut, awak KRI Karel Satsuitubun-356 bergerak tanpa dukungan dari pasukan khusus yang biasa ditugaskan untuk menjalankan misi-misi spesial. Secara total operasi pembebasan sandera tersebut dilakukan oleh personel yang sehari-hari bertugas di ata kapal perang itu. Sehingga dia merasa bangga karena kisah itu diangkat ke layar lebar.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore