Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Oktober 2025 | 06.59 WIB

5 Alasan 'The Social Network' Masih Jadi Sorotan dari Dampak Facebook terhadap Dunia hingga Sekuel yang Mengungkap Sisi Gelap

Andrew Garfield, Joseph Mazzello dan Jesse Eisenberg dalam The Social Network (Dok. IMDb) - Image

Andrew Garfield, Joseph Mazzello dan Jesse Eisenberg dalam The Social Network (Dok. IMDb)

JawaPos.com - Film The Social Network merayakan ulang tahun ke-15 pada 1 Oktober lalu. Karya sutradara David Fincher ini bukan sekadar drama biografi tentang Mark Zuckerberg, melainkan cerminan perubahan besar dunia akibat media sosial.

Dengan kisah mendalam dan relevansi yang semakin terasa pada 2025, film ini dianggap tetap menarik hingga kini dan bahkan melahirkan sekuel berjudul The Social Reckoning.

Berikut 5 alasan film The Social Network masih jadi sorotan hingga saat ini, seperti dilansir dari laman Screen Rant pada Kamis (2/10).

1. Menyoroti Asal-usul Facebook yang Mengubah Dunia

The Social Network mengisahkan lahirnya Facebook dari asrama mahasiswa Harvard. Film ini menunjukkan bagaimana ide sederhana dapat berkembang menjadi fenomena global. Facebook digambarkan sebagai alat untuk menghubungkan teman dan keluarga, meski kemudian berkembang lebih jauh.

Penonton disuguhi dinamika ambisi, pengkhianatan, dan inovasi yang menjadi pondasi berdirinya jejaring sosial terbesar. Inilah yang membuat film tersebut menarik sebagai catatan sejarah awal era digital.

2. Relevansi Tema yang Semakin Kuat hingga Saat Ini

Ketika dirilis, film ini dipuji karena menyoroti perubahan generasi muda yang mampu mengubah dunia. Namun, kini tema tersebut justru semakin relevan dengan dampak buruk media sosial. Facebook berubah dari alat komunikasi menjadi sarana penyebaran misinformasi dan propaganda. Film ini seakan menjadi cermin atas pergeseran besar yang terjadi pada masyarakat global. Relevansi itulah yang membuatnya tetap diminati setelah 15 tahun.

3. Akting Kuat yang Menghidupkan Kisah

Jesse Eisenberg memerankan Mark Zuckerberg dengan intensitas yang menampilkan sosok brilian sekaligus penuh ego. Andrew Garfield juga memikat sebagai Eduardo Saverin, sahabat yang kemudian disisihkan dari perjalanan bisnis. Kedalaman akting keduanya memperlihatkan bagaimana ambisi dapat menghancurkan persahabatan. Didukung pemeran lain yang solid, film ini menyuguhkan drama yang kuat sekaligus realistis. Performanya yang apik membuat film ini layak dikenang sebagai karya berkelas.

4. Prestasi Besar di Industri Film Dunia

Film ini meraih delapan nominasi Oscar, termasuk Film Terbaik dan Aktor Terbaik. Aaron Sorkin memenangkan penghargaan skenario terbaik, sementara musik Trent Reznor dan Atticus Ross juga diganjar piala. Penghargaan tersebut menegaskan kualitas artistik sekaligus daya tarik komersial film. The Social Network dipuji kritikus dan penggemar, bahkan dianggap sebagai salah satu film terbaik abad ke-21. Prestasi ini semakin memperkuat statusnya sebagai karya yang berpengaruh.

5. Membuka Jalan bagi Sekuel yang Lebih Gelap

Kesuksesan film pertama mendorong lahirnya proyek sekuel berjudul The Social Reckoning. Sekuel ini tidak lagi menyoroti pendirian perusahaan, melainkan dampak buruk Facebook terhadap masyarakat.

Fokus cerita mengacu pada "The Facebook Files" yang mengungkap masalah remaja dan misinformasi. Aaron Sorkin kembali hadir, kali ini juga sebagai sutradara. Dengan pendekatan lebih kritis, sekuel ini diharapkan mengungkap sisi gelap media sosial yang semakin nyata.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore