
Rindra (kanan) bersama beberapa temannya menonton film animasi Merah Putih One For All di XXI Kemang Village, Kemang, Jakarta, pada Kamis (14/8) siang. (Abdul Rahman/JawaPos.com)
JawaPos.com - Film animasi Merah Putih One For All sudah tayang pada hari pertama, Kamis (14/8) lalu di sejumlah bioskop tanah air, dan mendapat jatah 5 kali penayangan sejak siang sampai dengan malam hari. komentar penonton pun beragam.
Berdasarkan pantauan JawaPos.com, ada belasan penonton yang menonton film Merah Putih One For All pada pukul 14.00 WIB di XXI Kemang Village, Jakarta. Semuanya merupakan penonton dari kalangan dewasa, bukan anak-anak.
Saat menonton Merah Putih One For All, sejumlah dari mereka tampak tertawa, bahkan ada yang bertepuk tangan ketika menonton.
Saat diminta pendapatnya usai menonton film Merah Putih One For All, salah satu penonton, Rindra, awalnya sempat berpikir sejenak sebelum akhirnya dia memberikan jawaban.
"Komentarnya, ini film yang pernah tayang di bioskop," katanya di Kemang Village, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (14/8).
Dia pun berkomentar kocak, mengaku agak demam saat menonton film Merah Putih One For All.
Dia menonton bersama beberapa temannya karena penasaran ingin tahu secara langsung seperti apa film arahan sutradara Endrianto setelah sempat diwarnai pro dan kontra di media sosial.
"Pas nonton filmnya tadi agak demam ya, agak keringetan. Saya rasa kalian juga suhu badannya cukup naik kan?” paparnya.
Penonton lainnya bernama Eko Handoko mengakui sempat tertawa saat menonton film Merah Putih One For All. Dia tertawa karena merasa apa yang dilihatnya di film, adegannya cukup mencengangkan.
"Karena ini film tidak sempurna, adegan yang muncul agak bikin kaget, kocak saja. Nah, disitu menghiburnya," ujarnya.
Film animasi Merah Putih One For All menceritakan tentang sejumlah anak yang tergabung dalam Tim Merah Putih. Mereka mendapat tugas untuk menjaga bendera pusaka yang akan dikibarkan dalam upacara Kemerdekaan 17 Agustus.
Namun sayangnya sebelum perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus tiba, bendera tersebut tiba-tiba hilang secara misterius tanpa diketahui siapa yang mengambilnya.
Delapan anak dari berbagai latar belakang budaya yaitu Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, dan Tongkok kompak melakukan pencarian untuk tujuan menemukan bendera Merah Putih yang hilang.
Mereka harus melintasi sungai, hutan, dan bertemu dengan sejumlah penghalang selama di perjalanan.
Mereka harus mampu meredam ego demi tetap pada tujuan awal yaitu menemukan bendera Merah Putih yang hilang, agar dapat dikibarkan pada Hari Kemerdekaan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
