Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Agustus 2025 | 20.47 WIB

Karakter di Film “Merah Putih: One For All” Disebut Dibeli di Market Grafis, Harganya Lebih dari Setengah Juta Rupiah

Karakter Film Animasi Merah Putih: One For All. (X)

JawaPos.com - Film animasi anak “Merah Putih: One For All” menjadi perbincangan publik. Baik di media sosial maupun di ruang publik offline. Di media sosial, netizen selain menyoroti grafis juga anggaran yang digunakan. Diduga anggaran produksi film animasi itu cukup fantastis. 

Sebagaimana diketahui, “Merah Putih: One For All” dijadwalkan tayang di bioskop pada 14 Agustus 2025 atau menjelang peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI 

Netizen mendapati karakter film animasi itu hasil beli karakter dan modifikasi dari sebuah market grafis, yakni reallusion. Dugaan tersebut diunggah oleh akun @Robe1807 di platform media sosial X. Dia menyatakan bahwa film animasi Merah Putih One For All hasil dari comot dan modifikasi di Reallusion. 

“Ternyata film animasi Merah Putih One for All, karakternya ga ada yang orisinil. Mereka mengambil dan modifikasi dari reallusion. Bayangin film animasi tayang di layar lebar yang nyomot dari asset orang lain itu kek HUH??? THEY CAN'T EVEN MAKE THEIR OWN CHARACTERS CUUH?,” tulisnya. 

Akun tersebut juga membeberkan faktanya melalui tangkapan layar dari market grafis tersebut. Tertulis setiap karakter dibanderol dengan harga USD 45,5 atau setara Rp 739 ribu. 

Tidak hanya itu saja, latar tempat yang digunakan juga hasil comot dari market grafis dari laman daz3d, dengan harga USD 11,48 (Rp 183 ribu). 

Banyak netizen yang pro dan kontra terhadap dugaan hasil comot tersebut. Salah satunya yakni @ace**. Dia mengatakan bahwa membeli aset dari market grafis merupakan hal lumrah di dunia kreatif. 

“Ngambil atau beli? Gue gak niat ngebela animasi ini ya, cuma menyebutnya "mengambil" itu artinya ada indikasi pembajakan dan jatuhnya tuduhan. Awas dikenain pasal pencemaran nama baik. Btw, beli asset gini udah lumrah kok di dunia kreatif. Jadi karyanya gak dibuat dari scratch,” tulisnya. 

Namun yang disorot netizen bukanlah bagaimana karakter tersebut dibuat, tetapi lebih kepada kualitasnya. Menurut netizen film tersebut tidak layak untuk dijadikan film di layar lebar yang diputar di bioskop. 

“Tadi sempet ngecek di web jualannya reallusion, kyknya dia emg beli 3D asetnya lalu dimodif. Tapi ya gimana ya, masa buat sekelas tayangan bioskop karakter utamanya bukan ciptaan dia sendiri…???? bahkan keliatan bgt dia banyak ngeskip pre production,” tulis @4nem***. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore