Karakter Film Animasi Merah Putih: One For All. (X)
JawaPos.com - Film animasi anak “Merah Putih: One For All” menjadi perbincangan publik. Baik di media sosial maupun di ruang publik offline. Di media sosial, netizen selain menyoroti grafis juga anggaran yang digunakan. Diduga anggaran produksi film animasi itu cukup fantastis.
Sebagaimana diketahui, “Merah Putih: One For All” dijadwalkan tayang di bioskop pada 14 Agustus 2025 atau menjelang peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI
Netizen mendapati karakter film animasi itu hasil beli karakter dan modifikasi dari sebuah market grafis, yakni reallusion. Dugaan tersebut diunggah oleh akun @Robe1807 di platform media sosial X. Dia menyatakan bahwa film animasi Merah Putih One For All hasil dari comot dan modifikasi di Reallusion.
“Ternyata film animasi Merah Putih One for All, karakternya ga ada yang orisinil. Mereka mengambil dan modifikasi dari reallusion. Bayangin film animasi tayang di layar lebar yang nyomot dari asset orang lain itu kek HUH??? THEY CAN'T EVEN MAKE THEIR OWN CHARACTERS CUUH?,” tulisnya.
Akun tersebut juga membeberkan faktanya melalui tangkapan layar dari market grafis tersebut. Tertulis setiap karakter dibanderol dengan harga USD 45,5 atau setara Rp 739 ribu.
Tidak hanya itu saja, latar tempat yang digunakan juga hasil comot dari market grafis dari laman daz3d, dengan harga USD 11,48 (Rp 183 ribu).
Banyak netizen yang pro dan kontra terhadap dugaan hasil comot tersebut. Salah satunya yakni @ace**. Dia mengatakan bahwa membeli aset dari market grafis merupakan hal lumrah di dunia kreatif.
“Ngambil atau beli? Gue gak niat ngebela animasi ini ya, cuma menyebutnya "mengambil" itu artinya ada indikasi pembajakan dan jatuhnya tuduhan. Awas dikenain pasal pencemaran nama baik. Btw, beli asset gini udah lumrah kok di dunia kreatif. Jadi karyanya gak dibuat dari scratch,” tulisnya.
Baca Juga: Film Merah Putri One For All Menuai Kontroversi, Produser: Berdampak Serius ke Keluarga Saya
Namun yang disorot netizen bukanlah bagaimana karakter tersebut dibuat, tetapi lebih kepada kualitasnya. Menurut netizen film tersebut tidak layak untuk dijadikan film di layar lebar yang diputar di bioskop.
“Tadi sempet ngecek di web jualannya reallusion, kyknya dia emg beli 3D asetnya lalu dimodif. Tapi ya gimana ya, masa buat sekelas tayangan bioskop karakter utamanya bukan ciptaan dia sendiri…???? bahkan keliatan bgt dia banyak ngeskip pre production,” tulis @4nem***.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
