Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Juni 2025 | 22.19 WIB

The Breakfast Club: Film Remaja 80-an yang Tetap Relevan hingga Kini

The Breakfast Club. (Dok. imdb.com) - Image

The Breakfast Club. (Dok. imdb.com)

JawaPos.com - Nuansa tahun 80-an memang tak lekang oleh waktu. Gaya fashion, musik, hingga film-film yang sempat populer di masanya masih sering dirindukan dan dibicarakan hingga kini. Tak sedikit dari kita yang menikmati rasa nostalgia dari era 80-an atau yang biasa disebut sebagai the 80s.

Pada masa itu, teknologi mulai berkembang pesat. Contohnya adalah Walkman yang dirilis pertama kali pada 1979 namun meraih puncak popularitasnya di era 80-an, lalu ada game arcade, komputer Apple Lisa, dan berbagai inovasi teknologi lainnya.

Di dunia musik, bagi Anda yang lahir di dekade 60-an hingga 70-an, tentu sudah sangat familiar dengan nama-nama seperti Michael Jackson, Madonna, Cyndi Lauper, Duran Duran, The Cure, Depeche Mode, REO Speedwagon, Lionel Richie, Phil Collins, The Bangles, Laura Branigan, Bryan Adams, The Smiths, Belinda Carlisle, TOTO, Tears For Fears, dan masih banyak musisi legendaris lainnya dari dekade tersebut.

Namun dalam kesempatan kali ini, fokus pembahasan akan tertuju pada film-film dari era 80-an.

Sama halnya dengan perkembangan teknologi dan musiknya, film dari era 80-an juga memiliki pengaruh yang besar dan kenangan yang membekas. Bahkan, generasi yang lahir di tahun 80-an, 90-an, hingga 2000-an pun tetap mengenal dan menikmati film-film dari era tersebut.

Beberapa judul ikonik dari masa itu antara lain Back to the Future, The Karate Kid, Top Gun, Beverly Hills Cop, hingga sejumlah seri Rocky. Dari berbagai genre, film remaja atau teen films menjadi salah satu kategori yang paling populer dan digemari saat itu.

John Hughes adalah salah satu sutradara yang terkenal dengan karya-karya film bertema remaja. Bagi yang belum mengenalnya, Hughes lebih dulu dikenal lewat film remaja sebelum menciptakan karya-karya lain seperti Home Alone yang lebih umum dikenal.

John Hughes. (Dok. Britannica)

Beberapa film remaja garapannya di era 80-an antara lain Sixteen Candles (1984), Ferris Bueller’s Day Off (1986), dan Weird Science (1985). Di masing-masing film ini, penonton diajak menyelami kehidupan Samantha Baker di Sixteen Candles, persahabatan Ferris Bueller dengan Cameron dan Sloane di Ferris Bueller’s Day Off, serta petualangan unik Gary dan Wyatt di Weird Science.

Namun, ada satu film Hughes lainnya yang sangat mewakili perasaan remaja dan terasa relevan bahkan sampai sekarang, yaitu The Breakfast Club (1985). Menurut imdb.com, film ini menceritakan lima siswa dengan latar belakang yang berbeda yang harus menjalani hukuman detensi selama sembilan jam di perpustakaan sekolah di bawah pengawasan Wakil Kepala Sekolah, Richard Vernon.

Film ini mengambil latar di kota fiksi bernama Shermer, Illinois, pada Sabtu, 24 Maret 1984, di SMA Shermer. Tokoh-tokoh utamanya adalah Claire Standish (Molly Ringwald), Brian Johnson (Anthony Michael Hall), Andrew Clarke (Emilio Estevez), Allison Reynolds (Ally Sheedy), dan John Bender (Judd Nelson). Mereka diminta untuk menulis esai sebanyak 1.000 kata tentang siapa diri mereka sebenarnya, sambil diawasi oleh Vernon (Paul Gleason) selama detensi tersebut.

(Dari Kiri ke Kanan) Bender, Andrew, Allison, Claire, dan Brian. (Dok. Universal Pictures)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore