
Foto teaser Hearts2Hearts yang bertema stiker photo booth. (Allkpop)
JawaPos.com - Girl group pendatang baru besutan SM Entertainment, Hearts2Hearts, tengah menghadapi kontroversi hangat di media sosial setelah merilis gambar teaser untuk single digital terbaru mereka yang berjudul ‘STYLE’.
Kontroversi ini bermula dari perdebatan sengit di kalangan netizen Jepang yang menilai penggunaan elemen budaya Jepang dalam teaser tersebut tidak pantas.
Melansir laman Allkpop, isu ini pertama kali mencuat di platform media sosial X ketika seorang pengguna asal Jepang mengunggah komentar kritis mengenai SM Entertainment yang mendiskriminasi orang Jepang tetapi tetap menggunakan konsep budaya Jepang.
“SM mendiskriminasi orang Jepang, tetapi masih menggunakan budaya Jepang. Apa maksudnya?” tulis salah satu akun X.
Unggahan tersebut juga disertai dengan foto teaser terbaru dari Hearts2Hearts yang menampilkan desain stiker foto dengan coretan-coretan lucu dan warna-warni, yang banyak diasosiasikan dengan budaya purikura, yang merupakan sebuah tren foto bilik (photo booth) stiker khas Jepang yang populer.
Respon dari netizen Jepang lainnya turut menambah panasnya diskusi. Seseorang bahkan ada yang menyeret nama NCT WISH. Orang tersebut menyatakan,
“Orang-orang berkata, 'Tapi WISH tidak menerima kebencian,' tetapi 4 dari 6 anggota mereka adalah orang Jepang, dan konten resmi mereka bahkan dilengkapi dengan teks terjemahan bahasa Jepang. Hearts2Hearts tidak memiliki satu pun anggota Jepang, dan tidak ada alasan bagi mereka untuk memasukkan unsur-unsur Jepang sejak awal. Jadi mengapa mereka melakukan ini?”
Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan besar terkait alasan pemilihan konsep tersebut.
Selain itu, ada pula kritik yang menuding bahwa Hearts2Hearts mencoba mengklaim budaya Jepang sebagai bagian dari budaya Korea.
“Mereka mencoba membuat budaya Jepang tampak seperti berasal dari Korea,” kata salah satu pengguna.
Pernyataan ini pun langsung mendapat banyak perhatian dan memicu perdebatan sengit di dunia maya.
Di sisi lain, netizen Korea justru memberikan respons yang berbeda. Banyak dari mereka menganggap tuduhan tersebut tidak berdasar dan meragukan alasan di balik klaim diskriminasi itu.
Muncul komentar-komentar dari komunitas daring Korea seperti,
“Mereka melakukannya lagi,”
“Ini tidak masuk akal,”

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
