Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Juni 2025 | 00.01 WIB

Netizen Korea Bela Hearts2Hearts, Setelah Jadi Sorotan Netizen Jepang Soal Penggunaan Budaya Purikura

Foto teaser Hearts2Hearts yang bertema stiker photo booth. (Allkpop) - Image

Foto teaser Hearts2Hearts yang bertema stiker photo booth. (Allkpop)

JawaPos.com Girl group pendatang baru besutan SM Entertainment, Hearts2Hearts, tengah menghadapi kontroversi hangat di media sosial setelah merilis gambar teaser untuk single digital terbaru mereka yang berjudul ‘STYLE’.

Kontroversi ini bermula dari perdebatan sengit di kalangan netizen Jepang yang menilai penggunaan elemen budaya Jepang dalam teaser tersebut tidak pantas.

Melansir laman Allkpop, isu ini pertama kali mencuat di platform media sosial X ketika seorang pengguna asal Jepang mengunggah komentar kritis mengenai SM Entertainment yang mendiskriminasi orang Jepang tetapi tetap menggunakan konsep budaya Jepang.

SM mendiskriminasi orang Jepang, tetapi masih menggunakan budaya Jepang. Apa maksudnya?” tulis salah satu akun X.

Unggahan tersebut juga disertai dengan foto teaser terbaru dari Hearts2Hearts yang menampilkan desain stiker foto dengan coretan-coretan lucu dan warna-warni, yang banyak diasosiasikan dengan budaya purikura, yang merupakan sebuah tren foto bilik (photo booth) stiker khas Jepang yang populer.

Respon dari netizen Jepang lainnya turut menambah panasnya diskusi. Seseorang bahkan ada yang menyeret nama NCT WISH. Orang tersebut menyatakan,

Orang-orang berkata, 'Tapi WISH tidak menerima kebencian,' tetapi 4 dari 6 anggota mereka adalah orang Jepang, dan konten resmi mereka bahkan dilengkapi dengan teks terjemahan bahasa Jepang. Hearts2Hearts tidak memiliki satu pun anggota Jepang, dan tidak ada alasan bagi mereka untuk memasukkan unsur-unsur Jepang sejak awal. Jadi mengapa mereka melakukan ini?

Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan besar terkait alasan pemilihan konsep tersebut.

Selain itu, ada pula kritik yang menuding bahwa Hearts2Hearts mencoba mengklaim budaya Jepang sebagai bagian dari budaya Korea.

Mereka mencoba membuat budaya Jepang tampak seperti berasal dari Korea,” kata salah satu pengguna.

Pernyataan ini pun langsung mendapat banyak perhatian dan memicu perdebatan sengit di dunia maya.

Di sisi lain, netizen Korea justru memberikan respons yang berbeda. Banyak dari mereka menganggap tuduhan tersebut tidak berdasar dan meragukan alasan di balik klaim diskriminasi itu.

Muncul komentar-komentar dari komunitas daring Korea seperti,

Mereka melakukannya lagi,”

Ini tidak masuk akal,”

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore