Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Mei 2025 | 14.07 WIB

Film Gundik Hadirkan Horor Bercampur Thriller Lewat Kisah Empat Perampok yang Terjebak Di Rumah Nyai

Ilustrasi: adegan dalam film Gundik. Film Gundik menyajikan kisah menarik tentang Nyai, seorang gundik yang terjebak dalam misteri dan kejahatan. (Istimewa) - Image

Ilustrasi: adegan dalam film Gundik. Film Gundik menyajikan kisah menarik tentang Nyai, seorang gundik yang terjebak dalam misteri dan kejahatan. (Istimewa)

JawaPos.com - Keberadaan Nyai (Luna Maya) sebagai gundik kelas kakap bukan lagi menjadi rahasia. Dia merupakan perempuan simpanan para pejabat kelas atas, khususnya di kalangan jenderal. Kecantikan dan kemolekan tubuhnya membuat Nyai digilai laki-laki. Dari mereka juga Nyai hidup bergelimang harta.

Otto (Agus Kuncoro) baru saja keluar dari penjara atas kasus pembunuhan. Di momen kebebasannya itu, dia juga mendapati fakta bahwa putri semata wayangnya, Merry (Ratu Sofya) sedang hamil besar. Merry dinikai oleh seorang supir taksi bernama Baim (Maxime Bouttier).

Kondisi itu membuat Otto kaget dan tak percaya. Bahkan, dia juga tidak bisa menerima kehadiran Baim karena pekerjaannya. Sampai tiba masanya Merry mengalami kontraksi dan membutuhkan biaya persalinan. Otto mendapat panggilan untuk merampok rumah milik seorang gundik.

Dalam menjalankan aksinya, mantan anggota militer itu mengajak komplotan lamanya, yaitu Saud (Dian Sidik) dan Farsih (Arief Didu). Karena kurang orang, Otto mengajak menantunya, Baim untuk menggantikan posisi kawan lamanya, Surya yang telah meninggal dunia.

Namun, rumah yang mereka rampok bukan sekedar bangunan biasa. Rumah tersebut diisi oleh Nyai, seorang gundik yang ternyata juga bukan manusia biasa. Otto bersama ketiga rekannya terjebak di rumah Nyai yang menyimpan banyak misteri dan hal-hal di luar nalar.

Sebab, Nyai tidak hanya membutuhkan emas atau uang. Namun, juga darah dari orang-orang yang lahir di hari jumat kliwon untuk memperpanjang usia dan awet muda. Film Gundik memberikan warna baru di dunia perfilman dengan genre yang diusung.

Komedi-komedi yang disajikan juga sangat fresh dan menggelitik. Apalagi, celetukan yang dilontarkan Arief. Menjadi angin segar di tengah ketegangan suasana. Sayang, tokoh utama, yakni Nyai kurang dieksplor lebih dalam.

Bahasa Jawa serta dialek yang digunakan juga terasa kurang maksimal. Latar Sleman, Jogjakarta seolah hanya menjadi tempelan semata. Padahal, film Gundik memiliki premis yang menarik.

Maxime menuturkan bahwa bahasa memang menjadi kesulitan utamanya membintangi film Gundik. Untuk bisa faseh berbahasa Indonesia saja, suami Luna itu butuh berupaya keras melunakkan lidahnya. Mengingat Maxime lahir dan besar di Prancis. 

“Soal logatnya aku agak belibet, agak tricky untuk ngomong bahasa Indonesia,” kata Maxime. Dalam proses pendalaman karakter dan olah vokal, dia dibantu oleh sutradara Anggy Umbara. Kesulitan lain, juga dialami Maxime setiap kali beradu akting dengan Arief. 

“Soalnya progress setiap kali kami mau take, dia selalu ada improve. Jadi, aku harus selalu siap untuk balasnya,” jelas aktor berusia 32 tahun tersebut. Film Gundik juga menyajikan banyak adegan mandi darah yang membuat film tersebut masuk kategori 17+.

Luna menceritakan, itu menjadi scene paling gong yang membuatnya bergidik. “Saya harus mandi darah. Itu bagian dari cerita dan rasanya sangat menantang,” ujar Luna. Selain mandi darah, film Gundik juga menyajikan berbagai adegan ekstrem lainnya.

Misal, minum darah hingga memotong bagian tubuh manusia yang masih hidup termasuk kepala. Hal itu diakui sempat membuat Anggy frustasi karena bermasalah dengan sensor yang diputuskan Lembaga Sensor Film (LSF).

Awalnya, film Gundik dinyatakan lulus sensor 21+ sebelum akhirnya diputuskan 17+. “Yang menyensor pertama beda dengan yang merevisi. Nanti yang ngecek lagi juga beda. Gimana bisa sinkron,” ujar Anggy. Terlepas dari itu, dia mengaku tetap puas dengan hasil akhir dari kerja keras timnya.

Anggy juga memuji kredibilitas dan profesionalitas para aktor yang terlibat. Sebab, mampu menghidupkan karakter masing-masing dalam film dengan akting yang ciamik dan porsi yang pas.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore