Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 April 2025 | 16.59 WIB

4 Kesalahan Besar yang Membuat Anime Solo Leveling Belum Bisa Melampaui Versi Menhwa

Solo Leveling. (IMDb) - Image

Solo Leveling. (IMDb)

JawaPos.com - Setelah dirilis dalam versi anime, Solo Leveling langsung meraih popularitas besar di berbagai negara.

Namun, meskipun Solo Leveling sukses secara umum, banyak penggemar manhwa (komik aslinya) merasa ada beberapa perbedaan kecil namun penting dalam versi animenya. Hal ini membuat mereka percaya bahwa anime ini mungkin tidak akan bisa melampaui versi manhwa, terutama dari segi cerita, alur, dan kedalaman emosi yang ditampilkan.

Karena jumlah penggemar Solo Leveling terus bertambah, banyak yang berharap versi anime bisa menawarkan sesuatu yang lebih kuat atau bahkan lebih baik dari manhwa-nya.

Apalagi, mengingat manhwa-nya sudah tamat, para penggemar ingin anime ini berakhir dengan kualitas terbaik, bukan justru mengecewakan dan berada di bawah standar cerita aslinya.

Lalu, kesalahan besar apa saja yang membuat versi anime Solo Leveling dianggap belum mampu melampaui versi manhwa-nya Berikut ulasannya yang dilansir dari gamerant.com.

1. Alur Cerita yang Tidak Konsisten

Dalam versi anime Solo Leveling, terdapat sejumlah perubahan dan penghilangan adegan penting dari versi manhwa yang cukup mengecewakan bagi para penggemar setia. Banyak momen ikonik yang diharapkan bisa dihidupkan lewat animasi justru tidak dimunculkan, membuat versi anime terasa kurang lengkap.

Salah satu contohnya adalah adegan sparring antara Goto Ryuji dan Sung Jin-Woo. Di manhwa, Goto Ryuji digambarkan ketakutan luar biasa saat merasakan kekuatan gelap Jin-Woo, dan ekspresi wajahnya menunjukkan rasa ngeri yang mendalam. Namun sayangnya, adegan ini tidak muncul sama sekali di anime. Beberapa penggemar berspekulasi bahwa karena anime ini digarap oleh studio Jepang A-1 Pictures, mereka cenderung menghindari menampilkan karakter Jepang dalam posisi yang terlalu lemah atau kalah telak.

Contoh lain adalah saat Sung Jin-Woo menggunakan Elixir of Life untuk menyelamatkan ibunya. Di manhwa, sang ibu tidak langsung sadar setelah diberikan obat tersebut, menciptakan momen emosional yang mendalam, seolah-olah semua usaha Jin-Woo sia-sia. Namun, di versi anime, sang ibu terbangun hampir seketika, sehingga momen dramatis yang seharusnya membekas justru terasa hambar.

Walaupun perubahan ini tidak sepenuhnya mengubah jalan cerita utama, namun tetap mengurangi kedalaman emosi dan nuansa cerita yang membuat manhwa Solo Leveling begitu digemari. Bagi penggemar lama, ketidakkonsistenan ini cukup mengganggu dan membuat versi anime terasa kurang memuaskan dibandingkan materi aslinya.

2. Sistem yang Kurang Tereksplorasi

Solo Leveling memang dikenal karena tokoh utamanya yang sangat kuat, tapi yang membuat ceritanya semakin menarik adalah keberadaan sistem level-up layaknya game yang terus berkembang seiring waktu. Dalam versi manhwa, sistem ini berperan besar, ia tidak hanya memberikan misi dan pilihan kepada Sung Jin-Woo, tapi juga menjadi bagian penting dari narasi. Pembaca bisa merasakan bagaimana sistem itu 'hidup' dan menjadi teman perjalanan Jin-Woo.

Sayangnya, dalam versi anime, peran sistem ini justru sangat diperkecil. Elemen-elemen seperti notifikasi misi, percakapan internal Jin-Woo dengan sistem, atau penjelasan mekanisme permainan hampir tidak terlihat. Padahal, bagian inilah yang membuat pembaca manhwa merasa lebih terhubung dengan transformasi Jin-Woo dari orang biasa menjadi hunter yang luar biasa.

Dengan sistem yang hanya sekadar menjadi latar belakang dalam anime, pengalaman emosional dan kedalaman karakter Jin-Woo ikut berkurang. Tanpa eksplorasi sistem yang mendalam, perkembangan karakter dan daya tarik cerita jadi terasa datar. Akibatnya, versi anime kesulitan menandingi, apalagi melampaui, kedalaman yang ditawarkan oleh versi manhwa.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore