Jumpa pers film Pamali: Dusun Pocong
JawaPos.com - Film Pamali: Dusun Pocong garapan sutradara Bobby Prasetyo menghadirkan cerita mencekam penuh kejutan dengan kemunculan jump scare yang tak diduga-duga. Film ini dibintangi sejumlah pemain muda yang siap meneror bioskop mulai 12 Oktober mendatang.
Film garapan rumah produksi LYTO Pictures ini merupakan sekuel dari film Pamali yang tayang tahun 2022 silam. Menariknya, meskipun tidak menonton film Pamali yang pertama, menonton film Pamali: Dusun Pocong tetap dapat menikmatinya.
Film Pamali: Dusun Pocong dipercanggih dengan menggunakan teknologi CGI (computer generated image). Meski tak disebutkan secara persentase, namun penggunakan CGI di film ini diakui porsinya cukup besar.
Film ini diadaptasi dari game populer Pamali: The Tied Corpse dan dibintangi sejumlah pemain muda. Mereka adalah Fajar Nugra, Yasamin Jasem, Dea Panendra, Arla Ailani Muchtar, Bukie Basudewa Mansyur, Anantya Kirana, Wina Marrino, Ence Bagus dan Whani Dharmawan.
Sinopsis singkat film Pamali: Dusun Pocong
Film Pamali: Dusun Pocong diawali dari permainan yang para pemainnya dihadapkan pada suasana kelam dan mencekam. Membuat para pemainnya merasakan kepanikan tanpa menyadari lagi akan petunjuk dan teka-teki yang diberikan.
Ada empat cerita yang dimainkan dalam permainan di sini. Masing-masing cerita, pemain akan bertemu dengan makhluk yang berbeda-bed. Para pemainnya bisa beriteraksi, berkonfrontasi, atau membiarkan dan tidak mengganggu mereka
Film Pamali: Dusun Pocong menceritakan tentang kisah 5 orang yang terdiri dari 3 orang wanita berprofesi sebagai tenaga medis dan 2 orang pria yang merupakan tukang gali kubur.
Ketiga orang wanita tersebut ditugaskan untuk membantu sebuah dusun terpencil yang sedang dilanda wabah mematikan. Sedangkan 2 orang tukang gali kubur diminta untuk menguburkan mayat masyarakat yang meninggal dalam jumlah banyak.
Ketika mereka sedang menjalankan pekerjaannya, muncul gangguan dari sejumlah pocong yang mengerikan. Kehadiran pocong-pocong itu membuat mereka sangat ketakutan. Bahkan nyawa mereka juga harus dipertaruhkan.