Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 April 2021 | 04.07 WIB

Web Series Atap Padang Mahsyar, Bawa Pesan Utama Bersedekah

Atap Padang Mahsyar berkisah tentang Mushola Baiturrahman yang atapnya rapuh dan bocor. Namun safnya selalu terisi oleh masyarakat sekitar. INSTAGRAM Atap Padang Mahsyar - Image

Atap Padang Mahsyar berkisah tentang Mushola Baiturrahman yang atapnya rapuh dan bocor. Namun safnya selalu terisi oleh masyarakat sekitar. INSTAGRAM Atap Padang Mahsyar

JawaPos.com - Tak hanya sekadar hiburan bagi yang melihat, sudah selayaknya sebuah kisah yang diangkat dalam film atau drama televisi atau web series mengandung sebuah pesan positif. Seperti web series terbaru Atap Padang Mashyar.

Berada di tengah Ramadan, serial website Atap Padang Mahsyar berusaha menghibur sekaligus mengangkat sisi rohani ke tengah masyarakat. Sebab, serial yang disutradarai oleh M. Dedy Vansophi ini membawa pesan keutamaan bersedekah baik untuk diri sendiri ataupun orang lain.

"Saya merasa cerita ini titipan dari langit supaya divisualisasi. Membawa manfaat dan pandangan baru terhadap agama," kata Dedy Vansopi, dalam keterangannya, Minggu (25/4).

Atap Padang Mahsyar berkisah tentang Mushola Baiturrahman yang atapnya rapuh dan bocor. Namun safnya selalu terisi oleh masyarakat sekitar. Selain penuh pesan, ternyata Atap Padang Mahsyar diangkat dari kisah nyata.

"Kerinduan terhadap musala saya dulu di kampung namanya Baiturrahman. Itu mushola buruk rupa, tetapi segala macam manusia itu ada. Menjadi rumah kedua bagi setiap orang," ujarnya.

Suatu hari, ungkap Dedy, sebagian atapnya roboh. Keinginan untuk memperbaiki atap yang roboh pun terkendala pendapatan masyarakat yang pas-pasan.

Tapi, tekad mereka untuk membetulkan atap mushola yang roboh pun kian kuat setelah mendengar ceramah di radio tentang Padang Mahsyar. Setelah mendengar ceramah tersebut, para jamaah mushola pun menjadi cemas dan takut karena memikirkan amalnya yang kurang.

Hal baik pun ditunjukan Kyai Bukhori sebagai orang yang dituakan. Ia mengajak jamaah untuk bersedekah membangun kembali atap mushola yang roboh. Sebagai penenun sarung, kyai akan menenun lebih banyak dan upahnya yang didapat akan disisihkan untuk membangun atap musala. Melihat kyai, jamaah lain pun akhirnya mengikuti untuk bersedekah dengan cara berbeda sesuai dengan profesinya

Serial ini tayang di Youtube dan Facebook resmi ACT. Presiden ACT, Ibnu Hajar pun mengatakan, film itu mengingatkan kepada umat beragama Islam untuk menjadikan masjid sebagai pusat peradaban. "Semoga bisa menginspirasi bagi semua. Kenapa penting? Karena masjid/mushola bukan hanya tempat orang sujud, tetapi tempat melayani saudara yang sedang membutuhkan," ujarnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=rQmt2SIJkc0

 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore