
Atap Padang Mahsyar berkisah tentang Mushola Baiturrahman yang atapnya rapuh dan bocor. Namun safnya selalu terisi oleh masyarakat sekitar. INSTAGRAM Atap Padang Mahsyar
JawaPos.com - Tak hanya sekadar hiburan bagi yang melihat, sudah selayaknya sebuah kisah yang diangkat dalam film atau drama televisi atau web series mengandung sebuah pesan positif. Seperti web series terbaru Atap Padang Mashyar.
Berada di tengah Ramadan, serial website Atap Padang Mahsyar berusaha menghibur sekaligus mengangkat sisi rohani ke tengah masyarakat. Sebab, serial yang disutradarai oleh M. Dedy Vansophi ini membawa pesan keutamaan bersedekah baik untuk diri sendiri ataupun orang lain.
"Saya merasa cerita ini titipan dari langit supaya divisualisasi. Membawa manfaat dan pandangan baru terhadap agama," kata Dedy Vansopi, dalam keterangannya, Minggu (25/4).
Atap Padang Mahsyar berkisah tentang Mushola Baiturrahman yang atapnya rapuh dan bocor. Namun safnya selalu terisi oleh masyarakat sekitar. Selain penuh pesan, ternyata Atap Padang Mahsyar diangkat dari kisah nyata.
"Kerinduan terhadap musala saya dulu di kampung namanya Baiturrahman. Itu mushola buruk rupa, tetapi segala macam manusia itu ada. Menjadi rumah kedua bagi setiap orang," ujarnya.
Suatu hari, ungkap Dedy, sebagian atapnya roboh. Keinginan untuk memperbaiki atap yang roboh pun terkendala pendapatan masyarakat yang pas-pasan.
Tapi, tekad mereka untuk membetulkan atap mushola yang roboh pun kian kuat setelah mendengar ceramah di radio tentang Padang Mahsyar. Setelah mendengar ceramah tersebut, para jamaah mushola pun menjadi cemas dan takut karena memikirkan amalnya yang kurang.
Hal baik pun ditunjukan Kyai Bukhori sebagai orang yang dituakan. Ia mengajak jamaah untuk bersedekah membangun kembali atap mushola yang roboh. Sebagai penenun sarung, kyai akan menenun lebih banyak dan upahnya yang didapat akan disisihkan untuk membangun atap musala. Melihat kyai, jamaah lain pun akhirnya mengikuti untuk bersedekah dengan cara berbeda sesuai dengan profesinya
Serial ini tayang di Youtube dan Facebook resmi ACT. Presiden ACT, Ibnu Hajar pun mengatakan, film itu mengingatkan kepada umat beragama Islam untuk menjadikan masjid sebagai pusat peradaban. "Semoga bisa menginspirasi bagi semua. Kenapa penting? Karena masjid/mushola bukan hanya tempat orang sujud, tetapi tempat melayani saudara yang sedang membutuhkan," ujarnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=rQmt2SIJkc0

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
