
Solo Leveling. (IMDb)
JawaPos.com - Setelah dirilis dalam versi anime, Solo Leveling langsung meraih popularitas besar di berbagai negara.
Namun, meskipun Solo Leveling sukses secara umum, banyak penggemar manhwa (komik aslinya) merasa ada beberapa perbedaan kecil namun penting dalam versi animenya. Hal ini membuat mereka percaya bahwa anime ini mungkin tidak akan bisa melampaui versi manhwa, terutama dari segi cerita, alur, dan kedalaman emosi yang ditampilkan.
Karena jumlah penggemar Solo Leveling terus bertambah, banyak yang berharap versi anime bisa menawarkan sesuatu yang lebih kuat atau bahkan lebih baik dari manhwa-nya.
Apalagi, mengingat manhwa-nya sudah tamat, para penggemar ingin anime ini berakhir dengan kualitas terbaik, bukan justru mengecewakan dan berada di bawah standar cerita aslinya.
Lalu, kesalahan besar apa saja yang membuat versi anime Solo Leveling dianggap belum mampu melampaui versi manhwa-nya Berikut ulasannya yang dilansir dari gamerant.com.
1. Alur Cerita yang Tidak Konsisten
Dalam versi anime Solo Leveling, terdapat sejumlah perubahan dan penghilangan adegan penting dari versi manhwa yang cukup mengecewakan bagi para penggemar setia. Banyak momen ikonik yang diharapkan bisa dihidupkan lewat animasi justru tidak dimunculkan, membuat versi anime terasa kurang lengkap.
Salah satu contohnya adalah adegan sparring antara Goto Ryuji dan Sung Jin-Woo. Di manhwa, Goto Ryuji digambarkan ketakutan luar biasa saat merasakan kekuatan gelap Jin-Woo, dan ekspresi wajahnya menunjukkan rasa ngeri yang mendalam. Namun sayangnya, adegan ini tidak muncul sama sekali di anime. Beberapa penggemar berspekulasi bahwa karena anime ini digarap oleh studio Jepang A-1 Pictures, mereka cenderung menghindari menampilkan karakter Jepang dalam posisi yang terlalu lemah atau kalah telak.
Contoh lain adalah saat Sung Jin-Woo menggunakan Elixir of Life untuk menyelamatkan ibunya. Di manhwa, sang ibu tidak langsung sadar setelah diberikan obat tersebut, menciptakan momen emosional yang mendalam, seolah-olah semua usaha Jin-Woo sia-sia. Namun, di versi anime, sang ibu terbangun hampir seketika, sehingga momen dramatis yang seharusnya membekas justru terasa hambar.
Walaupun perubahan ini tidak sepenuhnya mengubah jalan cerita utama, namun tetap mengurangi kedalaman emosi dan nuansa cerita yang membuat manhwa Solo Leveling begitu digemari. Bagi penggemar lama, ketidakkonsistenan ini cukup mengganggu dan membuat versi anime terasa kurang memuaskan dibandingkan materi aslinya.
2. Sistem yang Kurang Tereksplorasi
Solo Leveling memang dikenal karena tokoh utamanya yang sangat kuat, tapi yang membuat ceritanya semakin menarik adalah keberadaan sistem level-up layaknya game yang terus berkembang seiring waktu. Dalam versi manhwa, sistem ini berperan besar, ia tidak hanya memberikan misi dan pilihan kepada Sung Jin-Woo, tapi juga menjadi bagian penting dari narasi. Pembaca bisa merasakan bagaimana sistem itu 'hidup' dan menjadi teman perjalanan Jin-Woo.
Sayangnya, dalam versi anime, peran sistem ini justru sangat diperkecil. Elemen-elemen seperti notifikasi misi, percakapan internal Jin-Woo dengan sistem, atau penjelasan mekanisme permainan hampir tidak terlihat. Padahal, bagian inilah yang membuat pembaca manhwa merasa lebih terhubung dengan transformasi Jin-Woo dari orang biasa menjadi hunter yang luar biasa.
Dengan sistem yang hanya sekadar menjadi latar belakang dalam anime, pengalaman emosional dan kedalaman karakter Jin-Woo ikut berkurang. Tanpa eksplorasi sistem yang mendalam, perkembangan karakter dan daya tarik cerita jadi terasa datar. Akibatnya, versi anime kesulitan menandingi, apalagi melampaui, kedalaman yang ditawarkan oleh versi manhwa.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
