
Komik Hiroshi Nohara, ayah Crayon Shin chan. (Official website)
JawaPos.com – Setiap pekerja kantoran pasti pernah mengalami dilema saat jam makan siang. Apakah memilih makan di tempat favorit? Mencoba menu baru? Atau sekadar mencari tempat yang murah meriah?
Pertanyaan-pertanyaan inilah yang menjadi inti dari anime Nohara Hiroshi Hirumeshi no Ryugi (Hiroshi Nohara’s Lunch), spin-off terbaru dari Crayon Shin-chan yang kali ini berfokus pada sang ayah, Hiroshi Nohara.
Berbeda dari Crayon Shin-chan yang lebih menonjolkan tingkah konyol Shin-chan dan keluarganya, anime ini membawa sudut pandang baru: kehidupan seorang pekerja kantoran Jepang yang harus menghadapi berbagai tantangan saat mencari makan siang.
Hiroshi Nohara, seorang pegawai berusia 35 tahun, adalah seorang pria dengan selera makan tinggi tetapi harus beradaptasi dengan keterbatasan—baik dari segi waktu, uang, maupun situasi sosial di kantor.
Setiap episode memperlihatkan bagaimana Hiroshi menjelajahi berbagai tempat makan di tengah kesibukan kerja. Mulai dari restoran sederhana di sudut jalan hingga warung makan khas Jepang, setiap hidangan yang ia santap tidak hanya dinikmati dengan penuh perasaan, tetapi juga dibahas secara mendetail.
Ia menggambarkan cita rasa, tekstur, bahkan sejarah makanan tersebut, seakan menjadi seorang food reviewer yang memiliki misi pribadi: mencari makan siang terbaik dengan bujet terbatas.
Namun, makan siang bagi Hiroshi bukan hanya soal makanan. Seperti yang dilansir dari Anime News Network, anime ini juga menyelipkan realita kehidupan pekerja kantoran di Jepang.
Hiroshi sering kali harus menghadapi berbagai situasi yang familiar bagi banyak orang, seperti dilemanya membayar makan siang untuk junior di kantor, jam istirahat yang dipotong akibat pekerjaan mendadak, hingga terpaksa makan cepat-cepat sebelum kembali ke meja kerja.
Di balik humor yang tersaji, ada pesan mendalam tentang bagaimana keseharian pekerja kantoran sering kali dibatasi oleh berbagai aturan sosial yang tidak tertulis.
Seperti yang diungkapkan oleh sutradara Tsukasa Nishiyama, anime ini dibuat dengan penuh dedikasi hingga membuat tim produksinya sendiri selalu merasa lapar saat mengerjakannya.
Sementara itu, Toshiyuki Morikawa yang kembali mengisi suara Hiroshi mengakui bahwa anime ini memiliki banyak dialog yang intens. Bahkan, ia mengaku berkali-kali harus mengulang adegan karena suara perutnya sendiri ikut berbunyi saat merekam suara Hiroshi yang sedang menikmati makanan.
Dengan animasi bergaya flash animation yang tetap mempertahankan nuansa khas Crayon Shin-chan, anime ini menawarkan pengalaman berbeda. Tidak ada aksi yang berlebihan atau alur cerita yang dramatis, melainkan kisah sederhana yang terasa dekat dengan kehidupan nyata.
Anime ini mengajak penontonnya untuk menikmati hal-hal kecil dalam hidup, seperti sesederhana menyantap semangkuk ramen hangat setelah pagi yang melelahkan di kantor.
Anime Hiroshi Nohara’s Lunch akan mulai tayang pada Oktober mendatang setiap Jumat malam. Bagi para penggemar Crayon Shin-chan, ini adalah kesempatan untuk melihat sisi lain dari Hiroshi Nohara, bukan hanya sebagai ayah Shin-chan, tetapi sebagai seorang pria biasa yang mencari kebahagiaan sederhana lewat sepiring makan siang.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
