
APRESIASI: Yok Koeswoyo (kiri) menerima plakat penghargaan dari Desy Andriani di Yayasan Koes Bersaudara, Jakarta Selatan, pada Sabtu (13/7) siang. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
JawaPos.com - Lagu-lagu hit Koes Plus berdendang ketika malam Gebyar Pembaca Setia Jawa Pos yang menandai usia koran Jawa Pos yang ke-75 pada 1 Juli lalu. Dibawakan band Neo Jibles, para penonton yang hadir ikut larut bernyanyi memeriahkan perayaan yang digelar di Jawa Pos Arena.
Pada Sabtu (13/7), Wakil Direktur Bidang Keuangan Jawa Pos Desy Andriani didampingi sejumlah perwakilan Jawa Pos dan personel Neo Jibles menyambangi Yayasan Koes Bersaudara, Jakarta Selatan. Kedatangan itu bertujuan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Yok Koeswoyo, personel Koes Plus.
’’Kami terima kasih banyak (kepada Koes Plus), sampai acara Jawa Pos yang ke-75 ini juga lancar dan seru. Semua pelanggan happy,’’ ungkap Desy kepada Yok di pendopo Yayasan Koes Bersaudara. Sebuah plakat apresiasi lantas diserahkan kepada Yok, yang menyambutnya dengan senang hati.
Yok merasa terharu dan tersanjung karena masih ada band masa kini yang membawakan lagu-lagu Koes Plus. ’’Saya juga berterima kasih telah membawakan lagu-lagu Koes Plus. Kalau tidak ada Anda semua, siapa yang tahu lagu-lagu kita? Karena lagu itu untuk didengarkan, bukan untuk dilihat,’’ ucap Yok.
Dia juga bersyukur masih diberi kesehatan. Selagi masih memungkinkan, Yok akan tetap berkarya melalui seni untuk terus menebar pesan positif dan semangat kebaikan kepada banyak orang.
’’Jalan aja saya udah pakai tongkat sebetulnya, cuma saya pura-pura gaya ini,’’ seloroh musisi 80 tahun itu.
Menurut Yok, seni sudah menjadi takdir hidupnya. Sehari-hari, dia masih aktif melukis, membaca buku, sambil minum kopi. Kemauan yang kuat untuk terus berkarya membuatnya tetap bugar dan waras.
Kepada Jawa Pos, Yok memberi masukan terkait eksistensi dan keberlanjutan di masa kini. ’’Saya kasih masukan mau nggak? Yang penting nomor satu adalah mau dulu. Kalau kalian mau, nanti pasti mendapatkan kemampuan,’’ tegas musisi kelahiran Tuban, 3 September 1943, itu.
Petuah Yok patut diteladani. Bagi media cetak, tentu akan ada banyak tantangan di masa kini. Apalagi, keterbukaan informasi membuat masyarakat semakin mudah mengakses berita. Dengan mau berubah, niscaya akan memperoleh kemampuan untuk selalu beradaptasi dengan berbagai tantangan zaman. (han/c12/len)

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
