Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Agustus 2019 | 00.26 WIB

Kasus Kebakaran Kyoto Animation, Vokalis X Japan Sumbang 10 Juta Yen

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Vokalis band metal asal Jepang X Japan, Yoshiki ikut bersimpati atas kasus kebakaran maut yang terjadi di studio Kyoto Animation pada 18 Juli lalu. Ia menyumbang sejumlah uang untuk menyantuni para korban.

Dilansir dari Loudwire, Yoshiki menyumbang uang sebesar 10 juta yen, atau sekitar Rp 1,3 miliar. Yoshiki mengatakan, sumbangan itu ia berikan sebagai bentuk duka terdalam dari lubuk hatinya sebagai seorang pecinta animasi Jepang.

"Aku sedang berada di Amerika Serikat ketika hal ini terjadi. Hatiku betul-betul sakit dan sedih. Animasi Jepang dan para pembuatnya bagi saya adalah harta karun dunia," ujar Yoshiki.

Yoshiki menegaskan bahwa dunia animasi selalu punya tempat sendiri di hatinya.

"Kemanapun aku pergi, para penggemarku yang juga penggila anime pasti datang. Mereka selalu mendukung aktivitasku sebagai musisi maupun aktivis lingkungan. Hal ini yang selalu menggerakkanku untuk ikut berkontribusi untuk perkembangan anime Jepang di muka bumi," ujarnya.

Yoshiki berharap, donasinya tersebut bisa membantu meringankan penderitaan para keluarga korban kebakaran yang ditinggalkan. "Aku ikut merasakan kesedihan dan kemarahan mereka. Semoga donasi untuk mereka tidak berhenti dan terus mengalir," ujar Yoshiki lagi.

Untuk diketahui, Kyoto Animation dilanda kebakaran hebat yang akhirnya menewaskan 35 orang dan menyebabkan 33 orang lainnya terluka parah. Kebakaran disebabkan oleh seorang pria yang secara tiba-tiba menyeruak masuk ke dalam Studio 1 Kyoto Animation yang berlokasi di distrik kota Fushimi, prefektur Kyoto.

Sang pelaku, yang belakangan diketahui bernama Shinji Aoba, dikabarkan langsung menyiram 40 liter bensin yang dibawanya, lalu menyulutnya dengan api. Sontak, hal ini langsung menyebabkan kebakaran dahsyat.

Usai menyulut api, Aoba berusaha melarikan diri, namun langsung ditangkap oleh petugas keamanan yang berada di sekitar lokasi. Dari pemeriksaan sementara, Aoba mengaku melakukan tindakan gila itu karena menganggap Kyoto Animation sudah melakukan plagiarisme. Pria berusia 41 tahun itu hingga kini belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut karena diduga mengidap kelainan jiwa.

Kasus kebakaran Kyoto Animation dianggap sebagai salah satu kasus pembantaian terbesar yang pernah terjadi di Jepang. Kejadian ini juga menjadi kasus kebakaran dengan korban terbanyak kedua setelah kasus kebakaran di gedung Myojo 56 di Shinjuku, Tokyo pada 1 September 2001 yang menewaskan 44 orang.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore