Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Januari 2017 | 02.28 WIB

Album Fisik Rajakelana dari Mondo Gascaro Diluncurkan

CD album Rajakelana milik Mondo Gascaro di salah satu toko musik di Blok M Square, Jakarta Selatan. - Image

CD album Rajakelana milik Mondo Gascaro di salah satu toko musik di Blok M Square, Jakarta Selatan.

JawaPos.com - Musikus Mondo Gascaro resmi meluncurkan album fisik berjudul Rajakelana. Album ini merupakan awal babak baru dalam karier musiknya sebagai solo artis, usai mundur dari band SORE.

Dia merilis sebuah single yang berjudul Saturday Light pada 2014, diikuti dengan single Komorebi di awal 2015. Kedua single yang dirilis dalam format digital dan piringan hitam 7 inci itu mendapat respons baik dari pencinta musik.

Karya Mondo Gascaro tidak berhenti di situ. Dua lagu tersebut ternyata menjadi prolog untuk sebuah album perdana. Namun di tengah-tengah kesibukannya sepanjang 2015, proses penggarapan album ini tidak kunjung usai.

Mondo Gascaro mulai leluasa mengerahkan seluruh energi dan pikirannya untuk menyelesaikan album ini di kuartal ke empat tahun 2015 lalu.

Akhirnya, setelah penantian yang panjang serta proses kreasi yang memakan waktu lebih dari setahun, album penuh perdana Mondo Gascaro yang diberi titel Rajakelana dirilis.

Kata rajakelana yang bermakna angin ini terinspirasi dari syair lagu Rayuan Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki, dan dirasa mampu membalut jiwa album ini secara keseluruhan.

Diawali dengan single A Deacon’s Summer yang dirilis 20 Mei 2016 lalu, album yang berisi 10 tracks itu resmi dirilis pada 25 November 2016 dalam format digital. Baru lah pada awal tahun ini karya itu disuguhkan dalam format fisik.

Album Rajakelana sangat spesial bagi Mondo Gascaro. Sepuluh nomor yang tersusun manis dalam album ini terdiri dari 4 lagu berbahasa Indonesia, 4 lagu berbahasa Inggris, serta 2 lagu intsrumental.

Proses produksi dilakukan di lebih dari 10 tempat/studio rekaman, dan melibatkan banyak musisi. Seperti Bonita Adi, Alexandria Deni, Jay Afrisando, nona Sartje (Aprilia Apsari) dari White Shoes and the Couples Company, serta pasukan tetap yang terdiri dari Dimas A. Pradipta (drums), Petrus Bayu Prabowo (gitar bas), Lafa Pratomo (gitar), serta Belanegara Abimanyu (perkusi).

Mondo Gascaro membalut album ini dengan nuansa sinematik lewat kehadiran strings section, dan harmonisasi vokal latar lewat aransmen khas.

Dia juga mengeksplorasi dengan memasukkan instrumen gambang kulintang dan angklung towel pada beberapa track, serta alat musik petik asal Okinawa, Sanshin pada track Butiran Angin, memberikan rasa Asia dan eksotika pada album ini.

Mendengarkan Rajakelana adalah mengenal sosok Mondo Gascaro lebih jauh dan dalam lagi. Di sana dia berbicara tentang fase-fase waktu yang membagi kehidupan manusia setiap harinya.

Album ini juga menjadi ungkapan personal Mondo akan apresiasi hidup dalam berbagai pusarannya.

"Bagi saya album ini merayakan kehidupan baru melewati semua batas yang tak terperikan sebelumnya. Rajakelana adalah sebuah perjalanan selebrasi cerita tentang eksplorasi, kebebasan, tentang hijrah, bagaikan perjalanan angin yang menempuh ribuan juta kilometer membawa pesan baik ini sampai jauh," kata Mondo Gascaro kepada JawaPos.com beberapa waktu lalu.

Album Mondo Gascaro - Rajakelana dirilis oleh label Ivy League Music, label musik miliknya. Rilisan fisik album tersebut sudah dapat dibeli di sejumlah toko musik. Di antarnya di kawasan Blok M Square, Jakarta Selatan. (ded/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore