
Photo
JawaPos.com - Ribuan penggemar Paramore kecewa karena konser yang sedianya digelar di ICE BSD City, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/2) malam resmi dibatalkan.
Salah satunya, Parafamily (sebutan untuk penggemar Paramore) asal Malang, Astrini Ranuem. Perempuan 25 tahun ini mengaku telah menggemari band ini sejak 2006. Kemudian, sempat menangis karena melewatkan aksi memukau Hayley Williams di Jakarta, tahun 2011 silam.
Oleh karena itu, dia tidak mau melewatkan konser Paramore di ICE BSD City yang seharusnya digelar, Jumat (16/2) kemarin.
"Rabu kemarin bela-belain banget cancel acara kantor, cuti, izinnya susah kan. Langsung berangkat, pesawat juga sempat delay, baru sampai Jakarta dari Malang kemarin. Ke sini (ICE) dari jam 10 pagi, biar dapet front row," paparnya pada JawaPos.com, Jumat (16/2).
Tetapi, dia mengaku sempat merasa ada yang tidak beres. Sebab, selepas salat Jumat, gate tidak kunjung dibuka. Kemudian, penukaran e-voucher yang seharusnya dibuka sejak jam 10 hanya dibuka sebentar kemudian dipotong istirahat.
"Penukaran (tiket) jam 10 kan harusnya, dibuka sebentar doang tuh. Habis istirahat siang kok nggak dibuka-buka, sudah jam 2 padahal. Banyak yang marah-marah juga. Jam setengah 3 pintu dibuka langsung mereka (penonton) rebutan pada lari nerobos masuk venue. Jam 4 kurang seperempat tuh diputerin video permintaan maaf," imbuhnya.
Awalnya, Ranuem yang datang bersama dua teman, Citra dan Alisya, sempat tak percaya dan mengira video permintaan maaf tersebut adalah bagian dari gimmick. Dengan tujuan, memberikan kejutan kepada para penonton.
Namun, tangis ketiganya pecah setelah membaca pengumuman resmi di media sosial yang berisi pembatalan konser.
"Di dalam lagu The Only Exception diputerin. Terus muncul video permintaan maaf di panggung, dikira gimmick, ternyata bener. Sedih kita, kecewa, tapi ya gimana. Kasihan juga sama Hayley Williams sakit kan," ungkap Citra.
"Aku langsung lemes, nangis. Dulu konser 2011 gagal nonton. Aku ikut challenge-challenge juga gagal, sampai ini bela-belain beli early birds. Berharap bisa meet and greet juga. Kecewa banget, tadi banyak temen-temen lain yang dari luar kota juga udah pada pulang," imbuh Ranuem.
Berbeda lagi dengan Alisya. Kepada JawaPos.com, dara 19 tahun ini mengaku rasa sedih dan kecewanya melebihi rasa sakit patah hati ditinggal kekasih.
"Sedihnya tuh lebih-lebih dari ditinggal pacar gitu aja mba," tandasnya.
Ketiganya pun terpaksa kembali ke Malang tanpa kenangan indah penampilan band favorit.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
