Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 April 2018 | 23.25 WIB

Terima BPJS, Layanan Eksekutif Heritage RS Pelni Diresmikan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meresmikan fasilitas Klinik Eksekutif Heritage RP Pelni - Image

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meresmikan fasilitas Klinik Eksekutif Heritage RP Pelni

JawaPos.com - Rumah Sakit Pelni meresmikan fasilitas Klinik Eksekutif Heritage. Peserta BPJS juga bisa mamanfaatkan fasilitas di RS Pelni yang merupakan anak perusahaan PT Pelni (Persero) tersebut. Peserta BPJS bisa melakukan top up dan mendapat konsep layanan kesehatan one stop service yang lebih personal.


Peresmian Klinik Eksekutif Heritage juga bertepatan dengan perayaan hari jadi ke-100 PT Pelni. Klinik tersebut bakal diisi jajaran dokter spesialis senior dengan pelayanan kesehatan prima dan mengutamakan kenyamanan pasien.


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengapresiasi inovasi pelayanan yang dilakukan RS Pelni. Dengan begitu, kata dia, peserta BPJS bisa semakin dimudahkan dalam memilih pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.


"Semoga dapat memberikan pelayanan kesehatan secara merata pada semua kalangan. Juga memberikan kemudahanan akses bagi pengguna BPJS untuk mendapatkan layanan kesehatan yang diinginkan," kata Rini saat meresmikan Klinik Eksekutif Heritage di RS Pelni, Jakarta, Jumat (20/04).


Direktur Utama PT Pelni Insan Purwarisya L Tobing mengungkapkan, RS Pelni merupakan anak perusahaan PT Pelni yang selalu menunjukan keunggulan dari sisi pelayanan untuk peserta BPJS. Menurutnya, kehadiran BPJS yang diamanatkan oleh undang-undang menjadi tantangan sekaligus peluang.


RS Pelni bisa dikatakan berhasil menjadi rumah sakit BUMN pertama menyatakan kesiapannya melayani peserta BPJS pada 1 Januari 2014. "Kini, manajemen RS Pelni mampu menjadi rujukan bagi banyak rumah sakit di Indonesia," ujar Insan.


Saat ini, jumlah proporsi pasien BPJS yang berobat ke RS Pelni mencapai angka 86 persen dari total keseluruhan pasien. Kunjungan rawat jalan mencapai 1500 pasien perhari, kunjungan rawat inap mencapai 120 pasien perhari dengan Bed Occupancy Ratio (BOR) mencapai 78 persen dan angka operasi 70 pasien perhari.


Tingginya kunjungan masyarakat ke RS Pelni disebabkan oleh pendekatan teknologi, seperti pemanfaatan mesin otomatis anjungan pendaftaran mandiri (APM) dan aplikasi yang dapat diunduh di smarphone. Aplikasi ini tidak hanya memungkinkan pasien untuk mendaftarkan kunjungannya, tapi juga melakukan konsultasi gratis ke dokter umum maupun spesialis secara online.


Menurutnya, dengan pemanfaatan teknologi informasi, dan RS Pelni dapat melakukan kegiatan operasionalnya secara efisien dan modern, dan masyarakat yang sudah terbiasa dengan smartphone, semakin mudah untuk menjangkau layanan kesehatan tanpa antri panjang dan birokrasi yang melelahkan.


"Kami mengharapkan RS Pelni dapat menjadi rujukan nasional di industri kesehatan," harapnya.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore