
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pantau Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat.
JawaPos.com - Perbedaan istilah normalisasi dan naturalisasi mendadak ramai diperbincangkan di tengah masyarakat secara langsung maupun melalui media sosial. Hal itu terjadi usai pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan mengatasi banjir dengan program naturalisasi sungai.
Pasalnya, kata naturalisasi tidak seperti yang biasanya didengar masyarakat. Selama ini diketahui, program mengentaskan banjir yang gencar dilakukan Pemprov DKI Jakarta yakni dengan normalisasi sungai.
Lalu apa perbedaan antara normalisasi dengan naturalisasi dari segi bahasa?
Menurut Ahli Bahasa dari Universitas Andalas (Unand) Aslinda, normalisasi adalah sebuah tindakan pengembalian terhadap satu hal ke bentuk atau keadaan yang semula. Sementara naturalisasi, yaitu proses penyesuaian hal asing menjadi anggota dari satu tempat yang baru.
Namun, dia menerangkan, istilah normalisasi lebih tepat digunakan dalam konteks pengentasan banjir. Sebab program itu dikerjakan dengan memperdalam sungai dan membangun tanggul dinding agar dapat lebih menampung air kiriman yang selama ini datang dari Bendungan Katulampa, Bogor, Jawa Barat.
"Jadi kalau kata Anies (terkait) sungai itu, yang sesuainya normalisasi. Dia (normalisasi) kan tindakan menjadikan normal kembali. Lebih cocok normalisasi," ujar Aslinda saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (9/2).
Kemudian berdasarkan penelusuran JawaPos.com, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata normalisasi memiliki arti sebuah tindakan menjadikan normal atau biasa kembali; tindakan mengembalikan pada keadaan, hubungan, dan sebagainya yang biasa atau yang normal.
Sementara itu, naturalisasi artinya pemerolehan kewarganegaraan bagi penduduk asing; hal menjadikan warga negara; pewarganegaraan yang diperoleh setelah memenuhi syarat sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.
Naturalisasi juga merupakan gejala terjadinya penyesuaian diri tumbuhan yang didatangkan dari tempat lain dan menjadi anggota biasa masyarakat tumbuhan di tempat yang baru itu.
Seperti yang diberitakan selumnya, saat ditanya terkait kelanjutan program normalisasi sungai yang mangkrak sejak dirinya menjabat, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan malah menjawabnya dengan istilah naturalisasi.
"Salah satu (solusi)-nya ada soal naturalisasi sungai. Bagaimana sungai itu bisa mengelola air dengan baik, bagaimana mengamankan air tidak melimpah, tapi juga ekosistem sungai dipertahankan," ujar Anies di Jakarta Utara, Rabu (7/2).

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
