
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
JawaPos.com - Program normalisasi sungai belum dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengantisipasi musibah banjir di ibu kota. Dia mengganti istilah normalisasi sungai dengan naturalisasi.
Menanggapi hal itu, Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga mengungkapkan perbedaan antara normalisasi dengan naturalisasi. Dia mengatakan, normalisasi sama dengan betonisasi, sedangkan naturalisasi memiliki arti yang lebih lengkap.
"Naturalisasi bantaran sungai (adalah) pelebaran badan sungai untuk dapat menampung kapasitas volume air lebih besar, di mana permukiman warga di bantaran kali harus dibebaskan dan direlokasi ke tempat hunian vertikal terdekat (rusunawa atau kampung susun)," terang Nirwono saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (7/2) malam.
Seperti diberitakan sebelumnya, program normalisasi sungai gencar dilakukan sejak masa pemerintahan mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tepatnya pada tahun 2012. Program tersebut dikerjakan untuk mengurangi banjir di ibu kota.
Pasalnya, normalisasi sungai dilakukan dengan memperdalam sungai dan membangun tanggul dinding itu terbukti dapat lebih menampung air kiriman yang selama ini datang dari Bendungan Katulampa, Bogor, Jawa Barat.
Namun sayangnya, sejak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin, program normalisasi sungai belum dilanjutkan kembali. Akibatnya, beberapa wilayah ibu kota kembali dilanda banjir hingga membuat ribuan warga terpaksa mengungsi.
Saat ditanya terkait kelanjutan program tersebut, Anies masih enggan mengungkapkannya. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu malah menjawabnya dengan istilah naturalisasi.
"Salah satu (solusi)-nya ada soal naturalisasi sungai. Bagaimana sungai itu bisa mengelola air dengan baik, bagaimana mengamankan air tidak melimpah, tapi juga ekosistem sungai dipertahankan," ujar Anies di Jakarta Utara, Rabu (7/2).
Tak mau menjelaskan maksudnya secara rinci, dirinya tetap menolak berbicara lebih lanjut. Menurutnya, saat ini persoalan warga korban banjir lebih penting. "Enggak mau, nanti. Sampai situ dulu. Saya enggak mau berkontroversi dulu lah hari ini. Kita beresin dulu soal pengungsinya," ujar Anies.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
