
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana
JawaPos.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau yang akrab disapa Lulung menyatakan, ada oknum jail di Pemerintah DKI Jakarta. Lulung mengungkapkan hal itu usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Rabu (25/11) sebagai saksi kasus korupsi pengadaan UPS (uninterruptible power supply) di sejumlah sekolah di Jakarta pada APBD Perubahan 2014.
Politikus PPP itu menegaskan, DPRD bukan yang bertanggung jawab penuh atas pengadaan UPS. Ia lantas menyebut oknum di Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) dan di Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI telah sengaja memasukkan program pengadaan sehingga diteruskan Pemerintah DKI Jakarta.
"Kalau mekanisme diungkap, ini sangat luar biasa melibatkan oknum Bappeda dan BPKD," kata Lulung.
Dia menganggap oknum Bappeda yang memasukkan program pengadaan UPS ini. Kemudian ada oknum BPKD yang mengatur nomor rekening proyek hingga akhirnya berhasil.
"Memang pembahasan awal di DPRD, tapi Pak Fahmi (Fahmi Zulfikar tersangka kasus UPS, red) tidak ada koordinasi dengan saya, padahal saya adalah koordinator, mana mungkin Pak Haji Lulung tidak tahu," katanya.
Lulung menambahkan, yang paling bertanggung jawab atas kasus itu adalah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. "Yang paling bertanggungjawab di sini adalah Ahok," tegasnya.
Sementara selama menjalani pemeriksaan sekitar satu jam lamanya, Lulung mengaku dicecar enam pertanyaan soal lelang yang bisa terjadi. Seperti diketahui dia hadir di Bareskrim untuk diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka UPS Fahmi Zulfikar dan Firmansyah.
Sebelumnya, dalam kasus pengadaan UPS pada APBD-P 2014, Bareskrim telah menetapkan empat tersangka. Yaitu dua tersangka dari pihak eksekutif, Alex Usman dan Zaenal Soleman.
Alex diduga melakukan korupsi saat menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan UPS Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat. Sementara, Zaenal Soleman saat menjadi PPK pengadaan UPS Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat.
Sedangkan, dua tersangka lainnya dari pihak DPRD, yaitu Muhammad Firmansyah dari Fraksi Partai Demokrat dan Fahmi Zulfikar dari Fraksi Partai Hanura. Keduanya, diduga terlibat dalam kasus UPS saat sama-sama menjabat di Komisi E DPRD DKI Periode 2009-2014. (elf/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
