
Ilustrasi
JawaPos.com – Fenomena media sosial bisa memberikan dampak sangat negatif pada masyarakat. Hal ini terjadi pada kasus yang baru saja terjadi pada Pahinggar Indrawan alias Indra, warga Jagakarsa yang menyiarkan secara langsung detik-detik bunuh diri karena ditinggal istrinya.
Psikolog Universitas Indonesia (UI) Nisfie M Hoesien menilai banyak kejadian di media sosial justru menjadi inspirasi bagi masyarakat.
“Ini kan memang viral banget kejadian seperti itu, ini negatif pasti dampaknya. Masyarakat sekarang itu cenderung apapun berita dari dunia maya, malah terinspirasi. Jarang sekali masyarakat yang pintar menyaring, malah jadi inspirasi. Belum lama kan ada skip challenge, itu pun sudah ada yang ikutin,” tukas Nisfie kepada JawaPos.com, Minggu (19/3).
Karena itu, kata dia, seseorang harus memiliki pertahanan diri dari dalam. Pertahanan tersebut berupa kemampuan diri untuk mengendalikan emosi dan konflik. Menurut Nisfie, manusia bisa mengendalkikan emosi negatif di dalam dirinya tanpa melukai diri dan orang lain dan disalurkan dengan cara positif serta sehat.
“Dunia maya pasti bawa dampak, kalau kasusnya seperti ini adalah dampak negatif. Kalau kita hanya berhenti di situ tak cukup. Harus buat pertahanan dari dalam. Yang buat jadi viral ini kan, karena tak punya pertahanan dari dalam. Misalnya kepribadian yang matang, kemampuan handle konflik dan emosi, kemampuan mengatasi gejolak negatifnya,” katanya.
Saat marah, Nisfie mencontohkan seseorang bisa menuangkannya dalam tulisan di catatan harian. “Yang sehat itu kan kalau emosi negatif bisa diekspresikan sedemikian rupa, misalnya marah dengan menulis diary. Asal disalurkan dengan cara positif tak melukai siapapun,” ungkapnya.
Nisfie mencontohkan kasus lainnya saat adanya penembakan brutal di sebuah kampus di Amerika Serikat. Hal itu menjadi contoh seseorang tak mampu mengendalikan emosi dengan baik dan terinspirasi dari media.
“Sekarang ini yang jadi fokus, kenapa sih orang-orang sekarang enggak punya kemampuan handle emosi dengan baik. Sehingga saat ada cetusan itu, timbulkan inspirasi yang sama. Dulu seorang siswa tembaki kampus, secara logika itu terinspirasi dari film enggak sanggup handle emosi,” tuturnya. (cr1/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
