Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Maret 2017 | 20.23 WIB

Kasus Bunuh Diri Live di FB Contoh Ketidakmampuan Kontrol Emosi

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com – Fenomena media sosial bisa memberikan dampak sangat negatif pada masyarakat. Hal ini terjadi pada kasus yang baru saja terjadi pada Pahinggar Indrawan alias Indra, warga Jagakarsa yang menyiarkan secara langsung detik-detik bunuh diri karena ditinggal istrinya. 


Psikolog Universitas Indonesia (UI) Nisfie M Hoesien menilai banyak kejadian di media sosial justru menjadi inspirasi bagi masyarakat.


“Ini kan memang viral banget kejadian seperti itu, ini negatif pasti dampaknya. Masyarakat sekarang itu cenderung apapun berita dari dunia maya, malah terinspirasi. Jarang sekali masyarakat yang pintar menyaring, malah jadi inspirasi. Belum lama kan ada skip challenge, itu pun sudah ada yang ikutin,” tukas Nisfie kepada JawaPos.com, Minggu (19/3).


Karena itu, kata dia, seseorang harus memiliki pertahanan diri dari dalam. Pertahanan tersebut berupa kemampuan diri untuk mengendalikan emosi dan konflik. Menurut Nisfie, manusia bisa mengendalkikan emosi negatif di dalam dirinya tanpa melukai diri dan orang lain dan disalurkan dengan cara positif serta sehat.


“Dunia maya pasti bawa dampak, kalau kasusnya seperti ini adalah dampak negatif. Kalau kita hanya berhenti di situ tak cukup. Harus buat pertahanan dari dalam. Yang buat jadi viral ini kan, karena tak punya pertahanan dari dalam. Misalnya kepribadian yang matang, kemampuan handle konflik dan emosi, kemampuan mengatasi gejolak negatifnya,” katanya.


Saat marah, Nisfie mencontohkan seseorang bisa menuangkannya dalam tulisan di catatan harian. “Yang sehat itu kan kalau emosi negatif bisa diekspresikan sedemikian rupa, misalnya marah dengan menulis diary. Asal disalurkan dengan cara positif tak melukai siapapun,” ungkapnya.


Nisfie mencontohkan kasus lainnya saat adanya penembakan brutal di sebuah kampus di Amerika Serikat. Hal itu menjadi contoh seseorang tak mampu mengendalikan emosi dengan baik dan terinspirasi dari media.


“Sekarang ini yang jadi fokus, kenapa sih orang-orang sekarang enggak punya kemampuan handle emosi dengan baik. Sehingga saat ada cetusan itu, timbulkan inspirasi yang sama. Dulu seorang siswa tembaki kampus, secara logika itu terinspirasi dari film enggak sanggup handle emosi,” tuturnya. (cr1/JPG)



Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore