
Buku IPS yang sebut Yerusalem Ibu Kota Israel.
JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Ashraf Ali kaget mendengar buku Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) keluaran Penerbit Yudhistira, dituliskan bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota dari Israel sudah mulai tersebar di Ibu Kota Jakarta. Oleh sebab itu, dia meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta agar menarik buku-buku tersebut.
"Harus segera ditarik itu buku," kata Ashraf saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (17/12).
Dia sangat takut jika penyebaran buku mata pelajaran IPS itu sudah digunakan untuk proses belajar mengajar. Sehingga, dia meminta para Kepala Sekolah (Kepsek) agar tidak melakukan hal itu.
"Jangan-jangan sudah dipakai untuk belajar mengajar. Jangan sampai itu terjadi," pungkas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam buku Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) keluaran Penerbit Yudhistira, dituliskan bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota dari Israel sudah mulai tersebar di Ibu Kota Jakarta. Oleh sebab itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan menelusuri kebenaran peredaran buku tersebut.
Buku itu menjadi ramai diperbincangkan apalagi menyusul keputusan kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hal itu lantas menuai respons beragam dan sebagian besar mengecam hal tersebut.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI membenarkan bahwa isi buku yang beredar viral lewat unggahan warganet di Facebook, Twitter, dan WhatsApp adalah terbitan Yudhistira. Buku itu telah melalui evaluasi Kemendikbud pada 2008.
Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Susi Nurhati mengatakan buku kelas 6 SD IPS sudah mulai tersebar di Jakarta. "Ada tapi kami belum bisa memastikannya," kata Susi kepada JawaPos.com, Sabtu (16/12).
Dia mengaku mendapatkan informasi tersebut dari beberapa guru. Namun, dia enggan memberitahunya. Sampai kebenaran penyebaran buku pelajaran IPS SD kelas 6 berada di tangannya. "Saya sedang suruh cari orang cari bukunya. Itu bukti fisiknya kan ada," tutur dia.
Susi menambahkan bahwa penjualan buku tersebut berada di pinggiran Jakarta. Seperti untuk wilayah Jakarta Timur ada di daerah Ciracas. "Kalau untuk sekolah yang menggunakan buku itu belum ada informasi. Yang pasti penerbitnya Yudhistira," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
