
CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali
JawaPos.com - Persaingan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 semakin panas. Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak bersaing ketat dengan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno.
Diprediksi, persaingan sengit kedua paslon akan membuat suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Gerindra akan terbelah. Hal itu diketahui berdasarkan hasil survei Alvara Research Center.
Padahal, PKB dan Gerindra merupakan partai koalisi pengusung Gus Ipul-Puti. Kedua partai itu lebih dominan memilih Khofifah Emil. Dimana total dukungannya PKB diketahui sebesar 50,6 persen dan Gerindra 51,5 persen.
CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali mengatakan bahwa, hal itu disinyalir dampak dari Pilgub Jatim 2013. Kala itu, Khofifah mendapat dukungan penuh dari PKB.
Hasanuddin menyakini, suara PKB sampai saat ini masih banyak tertuju kepada mantan Menteri Sosial (Mensos) itu. "Khofifah saat itu masih didukung oleh PKB. Kalau kita lihat mayoritas pemilih PKB itu kan muslimat juga. Organisasi sayap NU jadi ketika Bu Khofifah maju, secara tidak langsung muslimat juga akan memilih wanita yang berbasis muslimat," ungkap Hasanuddin di Hotel Oria, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/5).
Sedangkan perpecahan suara di tubuh Gerindra katanya, diduga karena partai berlambang kepala burung Garuda ini tidak aktif dalam berkampanye. Tim partai itu, tidak mengkomunikasikan dengan baik arah dukungannya kepada pasangan Gus Ipul-Puti. Sehingga, para pemilih membelot ke pesaingnya.
Adanya perpecahan ini terutama suara PKB, dianggap akan berdampak besar kepada kemenangan pasangan calon. Sebab, basis pemilih PKB di Jawa Timur jumlahnya sangat besar.
"Kalau kita lihat Gerindra mungkin tidak terlalu besar (pengaruhnya) yah. Tapi PKB menjadi faktor kuncinya, karena di Jatim pemilih PKB ini sangat tinggi," tegas Hasanuddin.
Labih jauh Hasanuddin mengatakan bahwa, basis pemilih PKB terbanyak di kluster Tapal Kuda dan Madura. Sedangkan Gerindra lebih menyebar namun wilayah Madura menjadi basis terbesarnya.
"PKB mayoritas di Tapal Kuda, kemudian di Madura dan sebagian di wilayah Arek. Arek itu Surabaya, Gresik, Lamongan, Mojokerto, Malang. Nah Gerindra ini relatif lebih menyebar tapi di Madura ini cukup besar," pungkas Hasanuddin.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
