
Kapolrestabes Surabaya Kombes M Iqbal menyerahkan penghargaan kepada Mayor Tunggul Waluyo, anggota Kopaska TNI AL yang berhasil tembak mati maling di rumahnya.
JawaPos.com - Polrestabes Surabaya mengambil langkah positif dengan memberikan piagam penghargaan kepada Mayor Tunggul Waluyo. Berkat keputusannya, pelarian buronan utama pencurian L300 jadi tamat. Tunggul menembak Abdul Aziz, yang mencuri motor di rumahnya dengan tepat sasaran.
Kapolrestabes Surabaya Kombes M Iqbal mengatakan, tertembaknya Aziz di tangan Mayor Tunggul adalah sebuah kesusksesan yang luar biasa. "Bayangkan jika Tunggul tidak mengantisipasi itu, kelompok L300 ini sangat membahayakan," tegasnya, Kamis pagi (6/7).
"Insting dan keberanian (Tunggul) pantas diapresiasi," lanjut mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya tersebut.
Di mata Iqbal, Tunggul bisa membaca gestur tubuh para pelaku. Andai kata kawanan maling itu tidak ditindak tegas, bisa jadi nyawa Tunggul justru terancam.
Apa yang dilakukan Tunggul ini adalah sebuah tindakan yang berani. Selama ini polisi tidak bisa bekerja sendiri. Butuh kerja sama berbagai elemen untuk memerangi kejahatan. Termasuk TNI dan masyarakat umum.
Tidak semua orang memiliki keberanian. Apalagi tidak semua orang membekali dirinya dengan senjata api. Melumpuhkan penjahat juga tidak hanya dengan senjata. Mereka yang punya keahlian bela diri juga bisa memanfaatkannya sewaktu-waktu apabila berhadapan dengan penjahat.
"Jadilah polisi bagi dirinya sendiri. Yang terpenting berani bertindak saat berada pada situasi sulit, seperti bila bertemu penjahat," tutur polisi asal Palembang tersebut.
Penghargaan yang diberikan kepada Mayor Tunggul itu juga disaksikan sejumlah pejabat Lantamal V. Sisi positif yang bisa diambil pada kejadian di Simorejo itu adalah kerja sama yang apik antara Polri dan TNI dalam menghadapi pelaku kriminalitas.
Seperti diberitakan, dua maling motor tewas setelah mencoba menyasar rumah anggota Kopaska, Mayor Tunggul Waluyo, Rabu dini hari (5/7). Tembakan peringatan pria asal Temanggung itu tidak digubria oleh komplotan yang dipimpin Abdul Aziz tersebut. Pada akhirnya, Tunggul melumpuhkan para pelaku dengan senpi six over (FN) miliknya. (did/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
