
PERTUNJUKAN ASYIK: Para siswa Sekolah Ciputra berlatih untuk pementasan High School Musical di Ciputra Hall kemarin. Pentas itu digelar di sekolah tersebut pada 10–11 Februari.
JawaPos.com – Mengenakan kaus hitam, Alfonso Mario Utomo luwes menari di atas panggung Ciputra Hall, Sekolah Ciputra, Rabu (8/2). Dia tak sendiri. Di atas panggung berwarna cokelat kayu itu ada sebelas siswa lainnya yang siap berlatih drama musikal. Drama tersebut akan dipentaskan pada 10–11 Februari.
Alfonso mengungkapkan, dalam drama yang menyadur film komedi-musikal itu, dirinya berperan sebagai Troy. Yakni, siswa yang andal bermain bola basket. ”Ya, sempat deg-degan juga karena jadi pemeran utama. Tapi, setelah sering latihan jadi terbiasa,” terangnya.
Siswa kelas X-D itu menuturkan, untuk mempersiapkan pergelaran tersebut, dirinya dan teman-temannya sudah berlatih enam bulan. Latihan itu meliputi kekompakan pemain dan pemantapan koreografi di atas panggung.
Meski dia sudah berlatih rutin dalam pertunjukan drama tersebut, ada satu bagian yang saat ini masih sulit dikuasai. Yakni, chemistry dengan lawan main. Maklum, dalam drama tersebut, dia beberapa kali harus bergandengan tangan dengan Mellissa, kakak kelasnya yang berperan sebagai Gabriella, kekasihnya. ”Sulit bangun chemistry karena memang jarang ketemu,” ungkapnya sedikit malu.
Pengalaman deg-geganitu juga disampaikan Mellisa Sudjono. Dia tak menyangka hasil audisi menunjuknya untuk berperan sebagai Gabriella. Yakni, salah seorang tokoh utama yang memiliki peran sentral dalam drama itu. ”Padahal, pas audisi hanya iseng karena diajak teman. Tapi, ternyata lolos juga,” terang siswi kelas XI-C itu.
Simon Andrew Bradshaw selaku sutradara pementasan menerangkan, dalam drama High School Musical itu, Sekolah Ciputra melibatkan lebih dari seratus orang untuk mempersiapkan. Siswa dan guru akan terlibat dalam akting, musik, tarian, kostum, hingga pencahayaan. ”Semuanya akan terlibat saat pementasan,” terang alumnus University College Scarborough, Inggris, tersebut.
Pengajar bahasa Inggris itu menuturkan, pementasan drama tersebut diselenggarakan juga untuk mengasah skill siswa dalam bermain peran. ”Menggabungkan seni, gerakan, sekaligus menyanyi di waktu yang bersamaan ini tak mudah. Maka, di sinilah kami mengajarkan kepada siswa bahwa untuk menjadi terampil harus melalui usaha panjang dengan berlatih dan berlatih,” jelasnya. (elo/c10/dos/sep/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
