Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Januari 2017 | 02.40 WIB

Semangat Perempuan Sidoarjo Tidak Makan Ayam Hidup Lagi

CEK TOTAL: Miskaulah sedang diperiksa tekanan darahnya oleh petugas medis RSUD Sidoarjo ketika kontrol, Rabu (11/1). - Image

CEK TOTAL: Miskaulah sedang diperiksa tekanan darahnya oleh petugas medis RSUD Sidoarjo ketika kontrol, Rabu (11/1).


Untuk mengetahui lebih lanjut terkait dengan keluhan tersebut, Miskaulah harus menjalani serangkaian tes laboratorium dan foto rontgen toraks. Dokter Hairudi menyatakan, kondisi jantung pasien sementara bagus.


Hasil tensinya pun normal, yakni 140/70 mmHg. Namun, pihaknya masih menunggu hasil tes laboratorium dan foto toraks. Hasil tersebut akan dievaluasi untuk mengetahui kondisi pasti jantung pasien.


’’Pasien kan dulu punya riwayat diabetes. Jadi, tes laboratoriumnya harus puasa,’’ jelasnya. Karena itu, Miskaulah hanya bisa menjalani foto toraks.


Pemeriksaan laboratorium dilakukan hari ini. ’’Setelah hasilnya keluar, nanti bisa diketahui masalahnya,’’ ujarnya.


Bukan hanya itu, Miskaulah juga dirujuk ke poli gizi untuk berkonsultasi masalah pola makan sehari-hari. Dia ditangani langsung oleh Rabwigawati, ahli gizi RSUD Sidoarjo.


Menurut dia, kebiasaan Miskaulah memakan ayam hidup-hidup memang tidak lazim. Tetapi, tubuh Miskaulah tidak menolak atas ayam mentah dan darah yang dimakan.


Buktinya, selama hampir 37 tahun makan ayam hidup, kondisi pasien tetap baik-baik saja. ’’Yang menjadi masalah adalah ayam hidup yang dimakan itu higienis atau tidak,’’ tegasnya.


Rabwigawati mengungkapkan, yang bisa diberikan kepada Miskaulah sementara ini hanya edukasi tentang pola makan yang baik. Berdasar hasil penimbangan berat badan pasien, terjadi kelebihan berat badan.


Yaitu, tinggi 155 sentimeter dengan berat badan 106 kilogram. Idealnya, berat badan pasien sekitar 60 kilogram. Karena itu, dia menyarankan Miskaulah mengatur makan tiga kali sehari dan mengurangi minum es manis.


’’Berdasar informasi pasien, setiap hari suka minum es bisa 10 gelas dengan rasa manis. Itu tidak baik dan menimbulkan diabetes,’’ ujarnya.


Selain itu, pola makan yang dijalani Miskaulah selama ini memang kurang baik. Miskaulah paling suka makan sehari sekali dalam porsi yang banyak. Karena itu, yang dibutuhkan adalah exercise rutin setelah 1,5 jam makan.


’’Olahraga ringan juga penting,’’ katanya. Miskaulah sangat senang bisa kembali berobat di RSUD Sidoarjo.


Dia juga semangat mengikuti saran dokter-dokter yang menanganinya di rumah sakit. ’’Pokoknya, saya ingin sembuh total. Ingin bisa makan seperti orang pada umumnya,’’ ucapnya. (ayu/c14/hud/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore