
Utang Piutang Berujung Tahanan
JawaPos.com – Mantan Direktur Utama (Dirut) PDAM Delta Tirta Djayadi sudah dijebloskan ke tahanan. Namun, sejak ditangkap Kejari Sidoarjo pada Senin (9/1) hingga Selasa 10/1), pria 53 tahun itu masih menempati blok rumah sakit di Lapas Kelas I Surabaya di Porong.
Sebab, Djayadi sedang sakit. Keterangan sakit Djayadi tersebut disampaikan langsung oleh keluarga kepada pihak lapas. Kepada petugas, mereka juga menceritakan riwayat sakit yang diderita Djayadi.
Obat-obatan yang selama ini dikonsumsi juga diserahkan. ”Yang bersangkutan tetap menjalani masa orientasi,” kata Kepala Lapas Kelas I Surabaya Prasetyo kemarin.
Masa pengenalan lingkungan (mapenaling) tersebut berlangsung selama sepekan. Selama itu, Djayadi diminta untuk menyesuaikan diri dengan kondisi di bui.
Dia juga belum diperkenankan untuk menerima besukan. Kemarin ada keluarga yang datang ke lapas. ”Hanya menyerahkan obat-obatan yang tertinggal,” ucap Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kelas I Surabaya Tohari.
Sejak masuk lapas pada Senin setelah dieksekusi petugas Kejari Sidoarjo, Djayadi mengeluh sakit. Hal itu diperkuat dengan surat keterangan dari dokter.
Bahkan, menurut keluarga, Djayadi sedang dalam masa penyembuhan setelah terkena stroke. Atas dasar itulah, pihak lapas menempatkannya untuk sementara waktu di blok rumah sakit.
Tujuannya, Djayadi mendapat perawatan dan penanganan medis secara maksimal. Bahkan, sampai saat ini, proses observasi terhadap yang bersangkutan masih terus dilakukan.
Penempatan di blok rumah sakit tersebut bukanlah bentuk pengistimewaan terhadap terpidana. Sel yang ditempati Djayadi juga diisi empat pelaku pidana lain.
Total penghuni sel di blok G wing 1 nomor I dengan luas sekitar 3 x 6 meter itu sebanyak lima orang. Mereka yang satu ruangan dengan Djayadi terdiri atas narapidana (napi) yang terlibat beragam tindak pidana.
Ada yang berstatus napi kasus pembunuhan, ada juga yang terlibat perkara narkoba. Di sel itu, hanya Djayadi yang tersangkut perkara korupsi.
Dokter Lapas Kelas I Surabaya dr Hardjo Santoso mengatakan, kondisi Djayadi saat ini cukup stabil. Tidak ada keluhan berlebihan terhadap sakit yang diderita.
Dia selalu diminta rutin mengonsumsi obat-obatan. Baik obat yang dibawa dari rumah maupun obat dari lapas. ”Untuk sementara dilanjutkan obat yang dari rumah,” ucap Hardjo.
Di dalam blok, lanjut dia, Djayadi sudah mulai beradaptasi dengan rekannya. Untuk kondisi fisiknya, relatif tidak ada kendala berarti.
Djayadi masih bisa berjalan dan berkomunikasi dengan lancar. ”Di blok rumah sakit, semua ya sakit. Di sel yang bersangkutan, ada yang sakit asma dan perut,” lanjut Hardjo.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
