
HASIL LEBIH BESAR: Profesi dokter gigi sedang dilakoni Irvanda Mulyaningsih di praktik pribadi.
MENJALANI dua profesi sekaligus memang tidak mudah. Kondisi itu dirasakan betul oleh Irvanda Mulyaningsih. Namun, perempuan 31 tahun tersebut berhasil membuat dua profesi itu menjadi seimbang.
Meski berbeda bidang, keduanya mampu berkembang bersama. Kuncinya adalah kecerdasan dalam membagi waktu.
Perempuan yang akrab disapa Vanda tersebut menyatakan, banyak orang yang selalu menanyakan penghasilan seorang dokter gigi spesialis orthodontist dengan make-up artist.
Mereka selalu tidak habis pikir ketika Vanda memilih melakoni dua pekerjaan tersebut hingga kini. Sebab, penghasilan sebagai dokter sudah sangat jelas lebih besar dibandingkan make-up artist yang pekerjaannya tidak didapat setiap hari.
’’Saya sadar menjadi dokter itu lebih enak. Tetapi, saya tidak bisa meninggalkan hobi,’’ katanya. Namun, setelah terus ditekuni, kini hobi tersebut berkembang.
Bahkan, dia bisa membuka lapangan pekerjaan baru untuk orang-orang yang latar pendidikannya nonmedis. ’’Kalau di tempat praktik dokter gigi, saya pasti merekrut orang medis. Kalau di-weddingan orang nonmedis bisa saya rekrut,’’ tuturnya.
Selama ini dia memiliki jadwal yang sudah pasti untuk pekerjaannya sebagai dokter. Yakni, Senin dan Kamis melayani pasien di tempat praktik pribadi.
Kemudian, Selasa dan Rabu menjadi dokter gigi spesialis orthodontist di RS Siti Hajar. Nah, Sabtu dan Minggu dimanfaatkan untuk menyalurkan hobinya di bidang make-up.
’’Weekend saya gunakan untuk full day wedding. Kalau pas enggak full, saya manfaatkan bersama anak-anak,’’ kata ibu dua anak itu.
Dalam menerima pekerjaan wedding, Vanda memang harus cermat dan harus sesuai dengan jadwal yang sudah disusun. Dengan begitu, dua pekerjaan itu bisa berjalan seimbang.
Kadang dia juga menerima job di luar jadwal yang sudah ditentukan. Asal jadwal make-up wedding tidak berbenturan dengan skedul praktik dokter.
’’Kalau praktik saya siang, kadang paginya saya masih mengerjakan klien make-up wedding,’’ ujarnya. Vanda menuturkan, dirinya pernah keteteran dalam menjalani dua profesi tersebut.
Khususnya ketika job merias manten bentrok dengan praktik pribadi. Namun, dia selalu bekerja sama dengan suaminya Dr drg Aryabrahmanta SpOrt untuk menangani pasien-pasiennya.
Dengan begitu, seluruh pasien tetap mendapatkan pelayanan yang baik. ’’Untungnya, pasien-pasien saya selalu membuat janji sebelum datang ke tempat praktik.
Pas saya tidak bisa, biasanya saya tawarkan untuk dilayani suami saya. Kalau tidak mau, ya harus menunggu saya,’’ ungkapnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
