
IN THE MOOD: Dari kiri, Andy Rahman Arif, pelatih ekstrakulikuler pantomim SD Great Crystal School Surabaya diikuti Divya Bangia dan Michelle Moody Hadhinoto saat beraksi.
Pantomim bukan sekadar seni pertunjukan yang menghibur, tetapi juga menarik untuk dipelajari. Kemasannya bisa dalam bentuk ekstrakurikuler seperti yang ada di Great Crystal School.
DIVYA Bangia sedang ngambek. Berulang-ulang dibujuk untuk latihan, dia bergeming. Gadis kelas IV Great Chrystal School itu hanya memilih duduk manis.
Padahal, rekannya, Michelle Moody Hadhinoto, sudah siap beraksi. Wajahnya sudah diolesi cat putih dan pemerah pipi khas pemeran pantomim.
Memang gampang-gampang susah jika anak sedang tidak mood. Divya adalah salah seorang di antara mereka. Dia sedang tidak bergairah berlatih pantomim.
Sang pelatih, Andy Rahman Arif, harus pandai-pandai melakukan pendekatan. Pernah suatu ketika pentas akan dimulai. Namun, salah seorang siswanya tidak mood.
’’Jadinya waswas,” ucap Andy. Namun, rayuan dan pendekatan yang baik tetap dilakukan. Andy bersyukur, saat hari H pertunnukan, anak didiknya bisa tampil dengan baik.
Alumnus Sendratasik Unesa itu mengatakan, tantangan yang dihadapi dalam ekstrakurikuler pantomim ialah menjaga mood anak. ’’Berbagai upaya dilakukan, tetap dirayu,’’ tuturnya.
Ekstrakurikuler pantomim di sekolah dasar yang dikepalai Iwan Kunhadi itu baru berlangsung setahun. Meski begitu, Andy menilai, perkembangan ekskul tersebut cukup pesat.
Dari beberapa lomba yang diikuti, anak didiknya mendapat juara. Walaupun, lomba tersebut masih berskala lokal. Bahkan, mereka berhasil meraih beberapa nomor kejuaraan.
Saat ini terdapat 20 siswa yang bergabung dengan ekskul pantomim. Mereka adalah siswa kelas I hingga kelas V. Andy menjelaskan, pantomim merupakan perpaduan gerak tubuh dengan ekspresi.
Ada sebuah pesan atau rangkaian cerita yang dikemas di dalamnya. Karena itu, pantomim menjadi bagian dalam drama. ’’Biasanya berdurasi 5–10 menit, bergantung ketahanan anak,’’ tuturnya.
Cerita-cerita yang menjadi tema pantomim tidak jauh dari kehidupan sehari-hari. Baik cerita saat di kelas maupun di rumah.
Ada hal-hal atau teknik dasar yang harus dikuasai siswa untuk membawakan pantomim. Teknik dasar tersebut adalah kelenturan tubuh dan ekspresi wajah.
Siswa harus bisa ekspresif saat marah, sedih, susah, bingung, riang, dan sebagainya. ’’Saya beri langkah-langkah dan contohnya,’’ terangnya.
Siswa, kata Andy, akan bisa meniru jika diberi contoh. Misalnya, teknik atau cara duduk senderan. Menurut dia, hal itu berkaitan dengan kekuatan kaki dan tubuh.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
