
Abdul Syakur
Sebagai pengajar, dia tidak hanya peduli pada murid-muridnya. Abdul Syakur juga peduli dengan sesama penyandang disabilitas. Cukup banyak yang dilakukan agar para penyandang disabilitas bisa nyaman dalam bermasyarakat.
ALUNAN nada keyboard sayup-sayup terdengar di sepanjang lorong Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) pada Rabu (23/11). Suara merdu tersebut berasal dari pijatan jari Abdul Syakur.
Di ruang kelas kesenian berukuran 3 x 8 meter itu, Syakur bersama empat muridnya berlatih menyanyikan lagu berjudul Cinta Terbaik yang dipopulerkan band Cassandra. Di tengah lagu, seorang siswa melantunkan puisi.
’’Kami sedang latihan. Mau tampil pada 3-4 Desember, memperingati Hari Disabilitas Internasional,’’ ujar Syakur setelah memberikan pelatihan yang berlangsung selama dua jam.
Selesai melatih, Syakur tidak segara pulang. Di atas kursi roda –tunggangan setianya–, dia bergegas menuju kantor. Menyelesaikan tugas dan menyiapkan materi pembelajaran esok hari.
Sebagai guru kelas XI SMALB YPAC, Syakur bertanggung jawab mempersiapkan anak didiknya agar menguasai materi pelajaran. Maklum saja, di SLB dia tidak seperti guru SMA pada umumnya yang hanya mengajar satu mata pelajaran.
Dia mengajarkan seluruh materi pelajaran. Mulai matematika, bahasa Indonesia, IPS, IPA, dan PKn. Semua harus dikuasai.
Alumnus Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ) itu mengungkapan, selain pelajaran, dia mengembangkan pendidikan life skill. Bersama dengan guru lain,
Syakur mengajarkan beberapa keahlian. Antara lain, bermain musik, komputer, dan membuat keset. ’’Pelajaran ini kami berikan agar mereka memiliki bekal keterampilan setelah lulus nanti,’’ jelasnya.
Pria kelahiran 22 Oktober 1974 itu menyampaikan, selama 14 tahun mengajar, suka duka sebagai guru sudah dirasakan. Mulai dicuekin siswa hingga ditinggal tidur di kelas.
Namun, semua itu diterima dengan sabar dan ikhlas. Syakur yakin kesabaran merupakan ilmu yang harus dimiliki setiap guru, selain harus pandai menyampaikan materi.
Bapak dua anak itu mengisahkan, awal pengabdianya menjadi seorang guru bisa dibilang kebetulan. Pada 2001 Syakur sering berkunjung ke SLB YPAC untuk memotivasi siswa.
Sebagai alumnus, dia tahu bahwa kekurangan fisik membuat sebagian besar penyandang disabilitas minim percaya diri. ’’Saya motivasi agar tetap survive dalam menjalani hidup. Jangan menyerah pada keadaan,’’ kata alumnus SDLB YPAC tahun 1986 itu.
Sering datang, ternyata ada guru yang menawarinya untuk mengajar komputer di SLB YPAC. ’’Guru sudah tahu kemampuan saya. Jadi, waktu melamar langsung diterima untuk mengajar,’’ jelas pria yang waktu kuliah jadi anak band tersebut.
Pada 2002 dia resmi menjadi pengajar di sekolah tersebut. Sebelum menjadi guru, Syakur memiliki pekerjaan strategis. Yakni, manajer keuangan salah satu koperasi syariah di Kabupaten Jember.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
