
PATUT DICONTOH: Kades Ahmad Choiron (tengah), Ketua PKK Titik Karyati (tiga dari kiri), dan Wakil Ketua Karang Taruna Dwi Devintasari (dua dari kanan) menunjukkan penghargaan Desa Melangkah Awards 2016.
Salah satu kategori penghargaan dalam program Desa Melangkah Awards 2016 adalah Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta Karang Taruna. Nah, Desa Siwalan Panji menjadi pemenangnya. Aktivitas PKK dan karang taruna di desa itu tak pernah sepi. Ada saja kegiatan warga.
KETUA Tim Pembina (TP) PKK Siwalan Panji Titik Karyati mengajak Jawa Pos masuk ruang PKK. Istri Kades Siwalan Panji Ahmad Choiron tersebut kemudian menunjukkan lemari arsip.
Tumpukan arsip terlihat begitu tertata rapi. Ada arsip setiap RT, arsip khusus sekretaris, dan arsip khusus PKK. Semua tersimpan komplet di satu tempat.
Bukan hanya itu, setiap kader PKK juga memiliki arsip. Dengan begitu, setiap kegiatan yang diikuti para kader bisa terdeteksi.
’’Semua pengarsipan lengkap, tercatat dengan baik. Termasuk tentang 147 kader PKK yang ada,’’ terang Titik kepada Jawa Pos, Kamis (5/1).
Data itu memuat kegiatan di setiap kelompok kerja (pokja) 1 hingga pokja 4, berbagai surat keterangan (SK), foto-foto, piagam, maupun agenda pelatihan.
’’Ada juga arsip 10 program pokok PKK dengan baik,’’ ungkap Titik yang tampak bangga. Sejak 2012, program tersebut berjalan baik. Sebelumnya, hanya posyandu yang berjalan.
Kini, praktis semua program desa sudah berjalan. Program posyandu bahkan lebih berkembang. Dari 31 RT dan 7 RW di Siwalan Panji, sudah ada sebelas posyandu. Mereka pun rutin mengadakan kegiatan setiap sebulan sekali.
’’Kegiatan PKK selalu padat dan ramai. Pokoknya, nggak boleh ada waktu yang kosong, harus diisi terus,’’ ujar Titik.
Kegiatan pokja 1, misalnya. Induk kegiatan warga lanjut usia (lansia) yang biasa disebut Karangwerda Brodonoyo itu rutin menjalankan posyandu lansia. Selain itu, ada senam lansia.
Begitu juga untuk pokja 2. Para pengurus disibukkan dengan pengelolaan perpustakaan. Layanan tersebut rutin buka setiap hari. Ruang baca itu pun selalu ramai.
Pengunjungnya mulai anak TK, SD, SMP, SMA, hingga masyarakat umum. ’’Biasanya ramai selepas pulang sekolah,’’ katanya.
Bahkan, lanjut dia, anak PAUD yang belum bisa membaca kerap diajak orang tuanya ke perpustakaan. Sebab, banyak mainan anak-anak seperti puzzle dan pembelajaran beragam bentuk.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
