Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Januari 2017 | 19.52 WIB

Para Peraih Desa Melangkah Awards, Di Siwalan Panji Tiada Hari tanpa Aktivitas Bermanfaat (9)

PATUT DICONTOH: Kades Ahmad Choiron (tengah), Ketua PKK Titik Karyati (tiga dari kiri), dan Wakil Ketua Karang Taruna Dwi Devintasari (dua dari kanan) menunjukkan penghargaan Desa Melangkah Awards 2016. - Image

PATUT DICONTOH: Kades Ahmad Choiron (tengah), Ketua PKK Titik Karyati (tiga dari kiri), dan Wakil Ketua Karang Taruna Dwi Devintasari (dua dari kanan) menunjukkan penghargaan Desa Melangkah Awards 2016.



Salah satu kategori penghargaan dalam program Desa Melangkah Awards 2016 adalah Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta Karang Taruna. Nah, Desa Siwalan Panji menjadi pemenangnya. Aktivitas PKK dan karang taruna di desa itu tak pernah sepi. Ada saja kegiatan warga.



KETUA Tim Pembina (TP) PKK Siwalan Panji Titik Karyati mengajak Jawa Pos masuk ruang PKK. Istri Kades Siwalan Panji Ahmad Choiron tersebut kemudian menunjukkan lemari arsip.


Tumpukan arsip terlihat begitu tertata rapi. Ada arsip setiap RT, arsip khusus sekretaris, dan arsip khusus PKK. Semua tersimpan komplet di satu tempat.


Bukan hanya itu, setiap kader PKK juga memiliki arsip. Dengan begitu, setiap kegiatan yang diikuti para kader bisa terdeteksi.


’’Semua pengarsipan lengkap, tercatat dengan baik. Termasuk tentang 147 kader PKK yang ada,’’ terang Titik kepada Jawa Pos, Kamis (5/1).


Data itu memuat kegiatan di setiap kelompok kerja (pokja) 1 hingga pokja 4, berbagai surat keterangan (SK), foto-foto, piagam, maupun agenda pelatihan.


’’Ada juga arsip 10 program pokok PKK dengan baik,’’ ungkap Titik yang tampak bangga. Sejak 2012, program tersebut berjalan baik. Sebelumnya, hanya posyandu yang berjalan.


Kini, praktis semua program desa sudah berjalan. Program posyandu bahkan lebih berkembang. Dari 31 RT dan 7 RW di Siwalan Panji, sudah ada sebelas posyandu. Mereka pun rutin mengadakan kegiatan setiap sebulan sekali.


’’Kegiatan PKK selalu padat dan ramai. Pokoknya, nggak boleh ada waktu yang kosong, harus diisi terus,’’ ujar Titik.


Kegiatan pokja 1, misalnya. Induk kegiatan warga lanjut usia (lansia) yang biasa disebut Karangwerda Brodonoyo itu rutin menjalankan posyandu lansia. Selain itu, ada senam lansia.


Begitu juga untuk pokja 2. Para pengurus disibukkan dengan pengelolaan perpustakaan. Layanan tersebut rutin buka setiap hari. Ruang baca itu pun selalu ramai.


Pengunjungnya mulai anak TK, SD, SMP, SMA, hingga masyarakat umum. ’’Biasanya ramai selepas pulang sekolah,’’ katanya.


Bahkan, lanjut dia, anak PAUD yang belum bisa membaca kerap diajak orang tuanya ke perpustakaan. Sebab, banyak mainan anak-anak seperti puzzle dan pembelajaran beragam bentuk.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore