
DEMI KESELAMATAN: Seorang siswi SMP menangis saat terkena tilang oleh petugas gabungan dalam operasi kawasan Sedati, Selasa (14/2) pagi.
JawaPos.com – Menggugah kesadaran selalu tertib berlalu lintas memang tidak mudah. Termasuk di kalangan pelajar. Meski sejak awal Januari lalu Satlantas Polresta Sidoarjo dan polsek jajaran giat melakukan razia pelajar bermotor, tetap saja banyak yang melanggar. Padahal, ribuan tilang sudah dikeluarkan dan ratusan motor telah dikandangkan.
Selasa (14/2) pagi petugas gabungan TNI dan Polri kembali menggelar razia di kawasan Sedati. Operasi tersebut berlangsung sekitar dua jam, mulai pukul 06.30 hingga 08.30. Dalam kegiatan itu, petugas berhasil menjaring 176 pelanggar lalu lintas. Sebagian besar adalah para pelajar belum cukup umur yang nekat membawa motor. Termasuk pelajar SMP.
Saat terjaring operasi, tidak sedikit pelajar yang kaget. Namun, mereka hanya bisa pasrah ketika kendaraannya dihentikan petugas. Bahkan, ada seorang siswi SMP yang menangis saat ditilang. Bocah itu merengek agar dilepaskan. Permintaan tersebut tentu tidak dihiraukan. Sebab, pengendara itu dipastikan tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM). Petugas pun meminta anak bersangkutan menghubungi orang tuanya.
Beberapa jam kemudian, petugas kembali melaksanakan kegiatan serupa. Namun, lokasinya berpindah ke depan Stadion Jenggolo, Sidoarjo. Hasilnya, ada 87 pengendara yang tertangkap melanggar aturan. Mulai tidak melengkapi surat-surat berkendara hingga menggunakan kendaraan yang tidak memenuhi spesifikasi.
Dua kegiatan tersebut merupakan bagian dari kampanye Save Our Student (SOS) oleh jajaran kepolisian Kota Delta. Razia berkala seperti itu diharapkan dapat memunculkan efek jera untuk mengantisipasi potensi kecelakaan serta dampak negatif lain seperti balap liar.
’’Giat rutin ini adalah bukti kepedulian dan kasih sayang kami kepada para pengendara. Terutama kepada pelajar,’’ jelas Wakasatlantas Polresta Sidoarjo AKP I Gusti Made Merta.
Dia menjelaskan, bukan tanpa sebab operasi dilakukan pada pagi dan siang. Pada jam-jam itu, lanjut dia, para siswa biasanya berada di jalan dengan menggunakan sepeda motor untuk berangkat dan pulang sekolah. ’’Jadi, operasi sengaja kami lakukan pada jam-jam tersebut,’’ katanya.
Gusti menyatakan, pihaknya tidak akan lelah melakukan kegiatan serupa. Sebab, fakta pelajar bermotor di jalan begitu mengkhawatirkan. Mereka tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lain. Sebab, emosi anak yang belum cukup umur masih sangat labil.
Gusti mengungkapkan, meski harus mengeluarkan ribuan surat tilang dan sudah mengamankan ratusan motor pretelan, polisi tidak akan kendur. ’’Sekali lagi, emosi pelajar di bawah umur itu masih labil. Jangan sampai kehilangan nyawa sia-sia di jalan karena kecelakaan. Mereka adalah generasi penerus bangsa ini. Kami mohon para orang tua menyadari hal tersebut,’’ ucapnya.
Ungkapan perwira polisi dengan tiga balok di pundak itu beralasan. Beberapa kali pelajar terlibat kecelakaan. Baik yang mengakibatkan luka-luka maupun meninggal. Bahkan, pada Desember 2016, dua pelajar SMP tewas seketika setelah motor yang ditumpangi mereka bertabrakan dengan pengendara lain.
Kemarin dua siswi SMK Mandiri juga mengalami kecelakaan tunggal saat melintasi rel kereta api (KA) di jalan menuju Stadion Jenggolo. Akses itu licin setelah hujan mengguyur Kota Delta. Untung, pengendara motor di belakangnya sigap menginjak rem sehingga tidak menabrak pelajar yang terjungkal di jalanan tersebut.
Sementara itu, dalam dua pekan pertama bulan ini, petugas melayangkan 2.926 surat tilang kepada pelajar. ’’Yang jelas, seluruh polsek jajaran telah mendapat instruksi untuk terus menindak tegas pelajar belum cukup umur yang membawa motor ke sekolah,’’ ungkapnya.
Mantan Kasatlantas Polres Madiun tersebut menambahkan, sejauh ini sosialisasi tertib berlalu lintas dengan sasaran pelajar tiada henti dilakukan. Dia optimistis langkah yang ditempuh dapat menekan angka kecelakaan dan potensi negatif lain. ’’Dari data tahun lalu, sebagian besar kecelakaan melibatkan siswa sekolah. Nah, gerakan Save Our Student ini merupakan bagian dari upaya membentengi pelajar dari bahaya berkendara pada usia belia,’’ ujar Gusti. (edi/c23/hud/sep/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
