Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Maret 2017 | 10.23 WIB

Baru Satu Minggu Mengemudi, Tabrak Pikap Seruduk Pedagang sampai Tewas

Maut di Depan SPBU - Image

Maut di Depan SPBU


JawaPos.com – Maut bisa menjemput kapan saja dan di mana saja. Misalnya, yang dialami Supraptono Selasa (7/3). Ketika sedang duduk-duduk menunggu lapak minuman ringan di depan SPBU Jalan Raya Kalijaten, Taman, bapak berusia 51 tahun itu tiba-tiba terhantam mobil. Korban tewas di lokasi kejadian.



Berdasar informasi yang dihimpun, peristiwa tragis di Jalan Raya Kalijaten, Taman, itu terjadi sekitar pukul 10.00. Kejadian tersebut berawal saat ada kecelakaan beruntun di depan SPBU Kalijaten. Sebuah mobil lepas kendali dan menabrak mobil lain. Nah, mobil yang tertabrak itulah yang kemudian menghantam lapak minuman ringan yang dijaga Supraptono.



Saat itu, Daihatsu Luxio bernopol L 1794 OS tiba-tiba hilang kendali. Mobil biru muda tersebut dikemudikan Bukasto. ’’Mobil tiba-tiba keluar dari belakang pagar itu,” ujar Susanti, seorang warga, sambil menunjuk sebuah perusahaan yang terletak persis di sisi barat SPBU.



Kabarnya, mobil Luxio itu hilang kendali karena pengemudinya salah menginjak pedal rem. Mobil yang seharusnya berhenti justru melaju kencang karena kaki kanan Bukasto memijak pedal gas. ”Mobilnya menabrak pagar,” ungkapnya.



Tidak berhenti, mobil itu lantas menghantam pikap bernopol W 8360 XD yang melaju dari utara. Bruakkk! Pikap putih yang dikemudikan Nursacin, warga Desa Kemangsen, Balonbendo, itu tertabrak di sisi kiri. Saking kerasnya tabrakan, pikap tersebut terseret. ’’Keras sekali bunyinya,’’ katanya.



Nah, di timur lokasi tabrakan atau depan SPBU itu, ada lapak minuman ringan yang sedang dijaga Supraptono. Warga yang tinggal tidak jauh dari SPBU tersebut tertabrak dua mobil yang terlibat kecelakaan itu. ’’Tidak sempat menghindar. Karena kejadiannya cepat sekali,” jelas Susanti.



Warga sekitar pun beramai-ramai ke TKP. Beberapa di antaranya melaporkan kecelakaan tersebut kepada polisi terdekat. Sejumlah petugas kemudian mengevakuasi korban ke RS Siti Khodijah, Taman. Dua sopir mobil yang terlibat kecelakaan tidak mengalami cedera serius. Namun, keduanya dibawa ke Mapolresta Sidoarjo untuk dimintai keterangan.



Kanitlaka Lantas Polresta Sidoarjo AKP Toni Irawan menyatakan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa sopir Luxio kurang terampil dalam mengemudikan kendaraan matik. Di hadapan petugas, Bukasto mengaku baru satu minggu mengendarai mobil yang terlibat kecelakaan itu. ’’Biasanya, menggunakan mobil manual,” ungkapnya.



Toni menerangkan, pada saat itu, pengemudi Luxio berniat menghentikan mobilnya sebelum pagar perusahaan. Sebab, aturan perusahaan memang mengharuskan mobil yang keluar-masuk menjalani pemeriksaan di gerbang. ’’Nah, karena terbiasa menggunakan mobil manual, kakinya jadi kagok saat menggunakan mobil matik,” kata perwira dengan tiga balok di pundak tersebut.



Sementara itu, di rumah duka Supraptono, suasana haru begitu terasa. Beberapa orang tampak memasang tenda untuk para petakziah yang silih berganti berdatangan. Selama ini, korban dikenal sebagai orang yang baik dan ramah kepada tetangga. ’’Dua anak almarhum sudah menikah semua. Orangnya santun,” ujar salah seorang warga.



Sejumlah kerabat enggan memberikan komentar. Mereka mengaku masih berduka atas kejadian memilukan tersebut. Kejadian itu mengingatkan pada insiden Lamborghini di Surabaya dua tahun lalu. Dalam kecelakaan tersebut, sebuah lapak di Jalan Manyar Kertoarjo juga menjadi sasaran mobil yang hilang kendali. Pemilik lapak meninggal di lokasi kejadian. (edi/c6/hud/sep/JPG)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore