
PICU KEMACETAN: Angkot ngetem di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo depan Terminal Larangan.
JawaPos.com – Sejumlah angkutan kota memenuhi bibir Terminal Larangan, tepatnya di ruas Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Minggu (5/3). Mereka memilih ngetem dan tidak masuk terminal untuk menghindari retribusi. Mereka merasa lebih nyaman untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal. Efeknya, lalu lintas di ruas jalan itu kerap tersendat.
Lalu lintas yang padat di kawasan tersebut kerap terjadi pada pukul 07.00–11.00 dan pukul 15.00 hingga menjelang malam. Mereka merupakan angkutan jurusan Porong–Terminal Purabaya Bungurasih. Kendaraan yang melaju dari Jalan Raya Candi menuju kota terkena dampak kemacetan.
Seorang pengemudi angkot yang akrab dipanggil Atok mengatakan lebih nyaman menggaet penumpang di luar terminal. Selain lebih mudah mendapatkan penumpang, hal itu dilakukan untuk menghindari retribusi masuk terminal karena makin hari pendapatannya makin tidak menentu. Penumpang angkot juga makin sedikit. ’’Sopir lain juga begitu,” jelas sopir angkot bernopol W 7088 U tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo mengatakan, sejak tahun ini pihaknya tidak bisa lagi melakukan pembinaan dan pengawasan di Terminal Larangan. Sebab, fungsi 3P (pelayanan, pengawasan, dan pemeliharaan terminal) di kawasan tersebut telah dialihkan ke pemprov.
Sebelumnya, dishub leluasa melakukan penyelenggaraan dan pembinaan petugas Terminal Larangan. Lewat petugas, pihaknya menginstruksi pengendara angkot agar tertib berlalu lintas. Salah satunya, mereka wajib menurunkan dan menaikkan penumpang di terminal. Seharusnya angkot masuk terminal sesuai dengan aturan yang berlaku. Mereka dilarang menunggu di depan terminal. ’’Sekarang semua apa kata pemprov. Pengaturan di terminal itu di luar Dishub Sidoarjo,” tuturnya.
Dia juga menjelaskan bahwa sejak tahun ini rencana pengaturan terminal itu bergantung pada pemprov. Dengan demikian, total hanya ada lima terminal yang kini dikelola dishub. Yakni, Porong, Sukodono, Krian, Taman, dan Waru. Total PAD yang didapatkan dari retribusi lima terminal itu sekitar Rp 313 juta per tahun. (jos/c7/dio/sep/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
