Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Juli 2017 | 21.28 WIB

Kapolrestabes Surabaya: Keberanian Mayor Tunggul Patut Diapresiasi

Kapolrestabes Surabaya Kombes M Iqbal menyerahkan penghargaan kepada Mayor Tunggul Waluyo, anggota  Kopaska TNI AL yang berhasil tembak  mati maling  di rumahnya. - Image

Kapolrestabes Surabaya Kombes M Iqbal menyerahkan penghargaan kepada Mayor Tunggul Waluyo, anggota Kopaska TNI AL yang berhasil tembak mati maling di rumahnya.

JawaPos.com - Polrestabes Surabaya mengambil langkah positif dengan memberikan piagam penghargaan kepada Mayor Tunggul Waluyo. Berkat keputusannya, pelarian buronan utama pencurian L300 jadi tamat. Tunggul menembak Abdul Aziz, yang mencuri motor di rumahnya dengan tepat sasaran.


Kapolrestabes Surabaya Kombes M Iqbal mengatakan, tertembaknya Aziz di tangan Mayor Tunggul adalah sebuah kesusksesan yang luar biasa. "Bayangkan jika Tunggul tidak mengantisipasi itu, kelompok L300 ini sangat membahayakan," tegasnya, Kamis pagi (6/7).


"Insting dan keberanian (Tunggul) pantas diapresiasi," lanjut mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya tersebut.


Di mata Iqbal, Tunggul bisa membaca gestur tubuh para pelaku. Andai kata kawanan maling itu tidak ditindak tegas, bisa jadi nyawa Tunggul justru terancam.


Apa yang dilakukan Tunggul ini adalah sebuah tindakan yang berani. Selama ini polisi tidak bisa bekerja sendiri. Butuh kerja sama berbagai elemen untuk memerangi kejahatan. Termasuk TNI dan masyarakat umum.


Tidak semua orang memiliki keberanian. Apalagi tidak semua orang membekali dirinya dengan senjata api. Melumpuhkan penjahat juga tidak hanya dengan senjata. Mereka yang punya keahlian bela diri juga bisa memanfaatkannya sewaktu-waktu apabila berhadapan dengan penjahat.


"Jadilah polisi bagi dirinya sendiri. Yang terpenting berani bertindak saat berada pada situasi sulit, seperti bila bertemu penjahat," tutur polisi asal Palembang tersebut.


Penghargaan yang diberikan kepada Mayor Tunggul itu juga disaksikan sejumlah pejabat Lantamal V. Sisi positif yang bisa diambil pada kejadian di Simorejo itu adalah kerja sama yang apik antara Polri dan TNI dalam menghadapi pelaku kriminalitas.


Seperti diberitakan, dua maling motor tewas setelah mencoba menyasar rumah anggota Kopaska, Mayor Tunggul Waluyo, Rabu dini hari (5/7). Tembakan peringatan pria asal Temanggung itu tidak digubria oleh komplotan yang dipimpin Abdul Aziz tersebut. Pada akhirnya, Tunggul melumpuhkan para pelaku dengan senpi six over (FN) miliknya. (did/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore