
GAHAR: Tita Hastuti (kanan) memberi air pada kambing miliknya saat kontes hewan ternak Selasa (22/8) di Puspa Agro, Sidoarjo.
JawaPos.com – Achmad Priadi girang ketika namanya dipanggil dewan juri kontes ternak Sidoarjo 2017. Sapi milik warga desa Banjarbendo itu dipastikan menjadi juara dalam perlombaan setahun sekali tersebut.
Sapi milik Achmad tergolong superberat. Bobotnya mencapai 1 ton 73 kg. Selain berat, hewan mamalia itu dinilai sehat. Dewan juri pun tidak ragu memilih sapi tersebut menjadi juara pertama pada kontes itu. Laki-laki 45 tahun tersebut berhak menerima hadiah. Yakni, penghargaan serta uang tabungan senilai Rp 3 juta. Bupati Sidoarjo Saiful Ilah memberikan langsung hadiah itu.
’’Selamat dan terus tingkatkan kesehatan ternaknya,’’ ucapnya. Total, terdapat 35 pemenang dalam kontes ternak di Puspa Agro tersebut. Lomba itu diikuti sekitar 148 hewan ternak. Perinciannya, 91 kambing dan 57 sapi. Untuk kategori sapi, ada sejumlah kategori. Yakni, sapi induk hasil inseminasi buatan, sapi kereman (sapi pedaging), dan sapi berukuran ekstrem. Untuk kambing, terdapat kategori ekstrem, peranakan etawa, dan kambing kacang.
Saiful beserta jajaran pimpinan daerah dan kepala dinas langsung melakukan inspeksi hewan ternak yang dilombakan. Orang nomor satu di Sidoarjo itu melihat sejumlah kambing ternak. Salah satunya, kambing milik Warno. Jenisnya jantan etawa pejantan unggul. Pria berusia 68 tahun tersebut sempat berdialog dengan Warno dan berniat membeli kambing itu. ’’Berapa ini harganya saya beli,’’ ujarnya.
Setelah inspeksi, Saiful menyatakan bahwa Sidoarjo siap menyambut Idul Adha. Pemkab akan mengecek seluruh hewan kurban di kota delta. ’’Hewan harus sehat, tidak boleh ada yang sakit,’’ ucapnya. Dia menuturkan, dinas pangan dan pertanian siap menerjunkan 200 dokter hewan.
Tenaga tersebut akan disebar ke 18 kecamatan. Setiap penjual hewan ternak akan diperiksa.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Handajani menyatakan, mayoritas hewan kurban di Sidoarjo berasal dari dua kota. Yakni, Probolinggo dan Bojonegoro. Untuk masuk ke Sidoarjo, peternak harus memastikan dulu mendapatkan izin dari instansinya. ’’Harus izin dan kami cek kesehatannya,’’ jelasnya.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian Bambang Erwanto mengungkapkan bahwa hewan kurban harus sehat. Dia mengatakan, antraks adalah penyakit pada ternak yang patut diwaspadai. ’’Sangat berbahaya bagi kesehatan,’’ tuturnya.
Untuk itu, pihaknya akan menggelar sidak pada H-7. Seluruh hewan ternak akan diperiksa. ’’Harapannya, tidak ada temuan hewan yang sakit,’’ katanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
