
CUP..CUP..CUP..SAYANG: Sausan Khufyah Rahmah Alina, 2, menangis saat divaksin MR Rabu (6/9) di Rumah Sakit Husada Utama, Surabaya.
JawaPos.com – Tahap pertama kampanye vaksin measles-rubella (MR) telah berakhir pada Agustus. Kini saatnya kampanye tahap kedua. Sasarannya adalah balita dan anak-anak prasekolah dan sekolah yang belum divaksin MR.
Rumah Sakit Husada Utama (RSHU) turut melaksanakan vaksin MR. Mereka Rabu (6/9) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Pemkot Surabaya yang diwakili Puskesmas Pacar Keling. ”Vaksin MR ini kan masih banyak kendala ya di lapangan. Misalnya, pas ada imunisasi masal, banyak yang tidak datang,” ujar dr Dodo Anondo MPH, CEO RSHU. Kendala lain, banyak yang merasa gengsi untuk mengikuti kegiatan imunisasi gratisan tersebut.
Karena itu, sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Surabaya, RSHU merasa bertanggung jawab terhadap hal tersebut. Tiga dokter spesialis anak diterjunkan secara langsung untuk mengimunisasi 27 anak yang datang bergelombang.
”Memang sengaja (melibatkan tiga spesialis anak, Red). Ini untuk menarik minat para orang tua mendaftarkan putra putrinya,” lanjutnya. Dengan langsung terlibatnya dokter anak sebagai pemberi imunisasi, masyarakat akan memiliki kepercayaan lebih. Ini sama halnya dengan mengubah label pada obat generik menjadi obat paten.
Sebagai ketua Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia Daerah Jawa Timur, Dodo juga mengimbau rumah sakit lain untuk membantu menyukseskan program pemerintah itu. Beberapa rumah sakit sudah mengajukan diri untuk terlibat.
”Kalau mau ikut, ada syaratnya. Soalnya, satu vial itu untuk sembilan anak. Jadi, kalau mengajukan ya minimal ada sembilan anak yang akan diimunisasi,” imbuh mantan direktur RSUD dr Soetomo tersebut.
Sementara itu, di wilayah kerja Puskesmas Pacar Keling ada 7.400 anak usia sekolah yang terdaftar mendapatkan imunisasi. Namun, belum semuanya tercakup. Masih ada beberapa sekolah yang belum didatangi. ”Tapi sudah terjadwal. Jadi, nanti tinggal kami datangi,” ujar Bagus Wisnu Nugroho, koordinator imunisasi Puskesmas Pacar Keling.
Suara tangisan terdengar nyaring di ruang tunggu poli anak. Bujukan dokter dan ibu maupun pengasuh yang mengantar tidak mempan. Meski awalnya berhasil ditenangkan, mereka akhirnya tetap menangis ketika vaksin MR mulai disuntikkan. Namun, tangis mereka tidak lama. Begitu keluar dari ruang dokter, balon dan susu yang diberikan berhasil menghentikan tangis bocah-bocah tersebut.
Pemeriksaan dasar dilakukan sebelum vaksin. Tujuannya, memastikan anak yang akan mendapatkan vaksin benar-benar sehat. ”Kalau ada infeksi, ya harus ditunda sampai sembuh,” tutur dr Kusdwijono SpA.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
