
Perkampungan yang masih tersisa di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (6/3)
JawaPos.com - Gedung-gedung pencakar langit semakin mendominasi pemandangan di Jakarta. Perkampungan semakin tergerus, bahkan warga dan penduduk asli berpindahan ke daerah-daerah pinggir ibu kota.
Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga mengatakan, hilangnya perkampungan juga bersamaan dengan berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH) di DKI Jakarta. Hal itu sebagai dampak dari pembangunan kota yang tidak berwawasan lingkungan jangka panjang.
Menurutnya, itu berakibat fatal, kini Jakarta rentan banjir, rob, hingga pencemaran udara. RTH dan perkampungan harus dipertahankan seperti kota-kota di luar negeri yang berambisi untuk memperbanyak RTH lebih 30 persen.
"(Seharusnya) tata kota dikendalikan, perumahan dan permukiman dan bangunan gedung dikendalikan bukan diserahkan kepada pengembang swasta seperti sekarang," ujar Nirwono saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (6/3).
Dia menuturkan, luas RTH di ibu kota semakin menurun sejak tahun 1965 sebanyak 37,2 persen, kemudian tahun 1985 berkurang menjadi 25,85 persen, tahun 2000 menyusut hingga 9 persen dan pada 2017 lalu sempat naik ke 9,98 persen.
Padahal, lanjut Nirwono, penataan RTH sesuai Undang-undang 26/2007 yakni minimal 30 persen dari total luas wilayah kota. "30 persen yang terbagi atas RTH publik 20 persen dan RTH privat 10 persen," katanya.
Di beberapa kawasan, kampung kumuh yang padat penduduk juga sudah berubah menjadi perumahan mewah. Lokasinya pun di atas daerah resapan air.
"Dari yang kampung kumuh padat yang menjamur di bantaran kali, kolong jembatan atau jalan layang, tepi rel KA, tepian waduk atau situ sampai dengan perumahan mewah seperti Kelapa Gading yang dibangun di atas daerah resapan air, dan Pantai Indah Kapuk yang dibangun di atas hutan mangrove," jelas Nirwono.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022