Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Agustus 2017 | 00.16 WIB

Kelar, Stasiun Legendaris Peninggalan Belanda itu Masih Mangkrak

MENUNGGU DIBUKA : Kendati restorasi sudah selesai, wajah Stasiun Semut masih tertutup seng. - Image

MENUNGGU DIBUKA : Kendati restorasi sudah selesai, wajah Stasiun Semut masih tertutup seng.

JawaPos.com – Stasiun Semut lama terlahir kembali tiga tahun silam. Sayangnya, hingga kini bangunan cagar budaya yang sempat dirobohkan itu belum difungsikan.


Direktur Sjarikat Poesaka Soerabaia Freddy H. Istanto mengawal kasus pembongkaran bangunan cagar budaya itu sejak 2003. Dia kaget saat melihat bangunan tersebut sudah kembali seperti semula.


Perusahaan yang memiliki bangunan cagar budaya itu sudah bertanggung jawab mengembalikan wajah asli Stasiun Semut. ”Sayangnya, dibiarkan begini. Kenapa tidak difungsikan,” ujar dosen arsitektur Universitas Ciputra (UC) Surabaya itu saat melihat kondisi gedung Rabu (23/8).


Bagian belakang gedung memang rusak parah. Atap bangunan telanjur dilepas. Yang tersisa hanya kerangka. Begitu pula, lantai bangunan rusak. Banyak tegelnya yang dicongkel. Namun, kontraktor restorasi sudah berupaya mengembalikan wujud asli gedung semirip-miripnya. Pengawasan selama proses restorasi juga dilakukan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan.


Freddy lantas meminta izin petugas sekuriti untuk melihat bagian dalam gedung. Sayangnya, hal tersebut tidak diperbolehkan tanpa seizin PT KAI. Namun, dari belakang stasiun tampak pembangunan sudah selesai.


Dia berharap Stasiun Semut bisa dijadikan kafe dan museum. Stasiun itu berada di pusat perbelanjaan kawasan Surabaya Utara. Nuansa bangunan Belanda menjadi daya tariknya. Kusen dan pintu yang tebal serta jendela berteralis besi khas gaya bangunan era kolonial.


Dari luar, Stasiun Semut tampak tertutup seng. Namun, cat tembok bangunan masih putih bersih. Di depan seng itu banyak mobil dan motor yang terparkir. Kawasan tersebut terkesan jauh dari penataan. ”Kewenangan berada di KAI (Kereta Api Indonesia, Red). Seharusnya, potensi ini dimanfaatkan,” lanjut dekan Fakultas Industri Kreatif UC Surabaya tersebut.


Freddy pernah membawa masalah tersebut ke workshop Urban Heritage Strategies di Erasmus Universiteit Rotterdam, Belanda. Dalam acara itu, hadir pula pihak PT KAI yang diwakili Ari Novianto Aditomo, Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Iman Kristian Maharhandono, dan perwakilan ITS Susetyo Firmaningtyas.


Terdapat tiga rekomendasi (lihat grafis). Freddy menagih rekomendasi itu. Rekomendasi terkait pembangunan kembali telah dilaksanakan. Saat ini dia meminta rekomendasi jangka menengah direalisasikan dengan segera memfungsikan stasiun tersebut.


Manajer Humas Daop 8 Surabaya Gatut Sutiyatmoko menjelaskan, ada rencana memanfaatkan kembali stasiun yang diresmikan pada 16 Mei 1878 itu. Sayangnya, rencana membuka Stasiun Semut pada Lebaran lalu gagal dilaksanakan. ”Enggak jadi. Untuk tindak lanjut berikutnya, saya belum berkoordinasi lagi,” ujarnya.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore