
MENUNGGU DIBUKA : Kendati restorasi sudah selesai, wajah Stasiun Semut masih tertutup seng.
JawaPos.com – Stasiun Semut lama terlahir kembali tiga tahun silam. Sayangnya, hingga kini bangunan cagar budaya yang sempat dirobohkan itu belum difungsikan.
Direktur Sjarikat Poesaka Soerabaia Freddy H. Istanto mengawal kasus pembongkaran bangunan cagar budaya itu sejak 2003. Dia kaget saat melihat bangunan tersebut sudah kembali seperti semula.
Perusahaan yang memiliki bangunan cagar budaya itu sudah bertanggung jawab mengembalikan wajah asli Stasiun Semut. ”Sayangnya, dibiarkan begini. Kenapa tidak difungsikan,” ujar dosen arsitektur Universitas Ciputra (UC) Surabaya itu saat melihat kondisi gedung Rabu (23/8).
Bagian belakang gedung memang rusak parah. Atap bangunan telanjur dilepas. Yang tersisa hanya kerangka. Begitu pula, lantai bangunan rusak. Banyak tegelnya yang dicongkel. Namun, kontraktor restorasi sudah berupaya mengembalikan wujud asli gedung semirip-miripnya. Pengawasan selama proses restorasi juga dilakukan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan.
Freddy lantas meminta izin petugas sekuriti untuk melihat bagian dalam gedung. Sayangnya, hal tersebut tidak diperbolehkan tanpa seizin PT KAI. Namun, dari belakang stasiun tampak pembangunan sudah selesai.
Dia berharap Stasiun Semut bisa dijadikan kafe dan museum. Stasiun itu berada di pusat perbelanjaan kawasan Surabaya Utara. Nuansa bangunan Belanda menjadi daya tariknya. Kusen dan pintu yang tebal serta jendela berteralis besi khas gaya bangunan era kolonial.
Dari luar, Stasiun Semut tampak tertutup seng. Namun, cat tembok bangunan masih putih bersih. Di depan seng itu banyak mobil dan motor yang terparkir. Kawasan tersebut terkesan jauh dari penataan. ”Kewenangan berada di KAI (Kereta Api Indonesia, Red). Seharusnya, potensi ini dimanfaatkan,” lanjut dekan Fakultas Industri Kreatif UC Surabaya tersebut.
Freddy pernah membawa masalah tersebut ke workshop Urban Heritage Strategies di Erasmus Universiteit Rotterdam, Belanda. Dalam acara itu, hadir pula pihak PT KAI yang diwakili Ari Novianto Aditomo, Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Iman Kristian Maharhandono, dan perwakilan ITS Susetyo Firmaningtyas.
Terdapat tiga rekomendasi (lihat grafis). Freddy menagih rekomendasi itu. Rekomendasi terkait pembangunan kembali telah dilaksanakan. Saat ini dia meminta rekomendasi jangka menengah direalisasikan dengan segera memfungsikan stasiun tersebut.
Manajer Humas Daop 8 Surabaya Gatut Sutiyatmoko menjelaskan, ada rencana memanfaatkan kembali stasiun yang diresmikan pada 16 Mei 1878 itu. Sayangnya, rencana membuka Stasiun Semut pada Lebaran lalu gagal dilaksanakan. ”Enggak jadi. Untuk tindak lanjut berikutnya, saya belum berkoordinasi lagi,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Crystal Palace vs Middlesbrough di Carabao Cup: The Boro Siap Permalukan Tuan Rumah
Polisi Sebut Human Error Dibalik Kecelakaan Maut BYD M6 yang Tewaskan Sekeluarga di Kembangan Jakbar
