Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 September 2026 | 22.42 WIB

Jangan Dianggap Sepele, 7 Kebiasaan Ini Konon Bisa Menghambat Aliran Rezeki

ilustrasi orang kekurangan uang. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi orang kekurangan uang. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Keinginan untuk hidup makmur biasanya dikaitkan dengan kerja keras, kemampuan mengatur keuangan, dan kesempatan yang dimiliki seseorang. Namun, dalam astrologi, ada pula pandangan bahwa kebiasaan sehari-hari dapat memengaruhi energi serta perjalanan seseorang menuju kemakmuran.

Sejumlah tradisi astrologi menghubungkan kondisi finansial dengan posisi planet, energi kehidupan, karma, dan perilaku yang dilakukan secara berulang. Karena itu, seseorang yang disebut memiliki potensi keberuntungan finansial pun dipercaya tetap perlu menjaga kebiasaan sehari-harinya.

Beberapa tindakan yang dianggap sepele bahkan dipercaya dapat menjadi penghambat datangnya kemakmuran. Mulai dari pola bangun tidur hingga cara memperlakukan uang dan kondisi rumah.

Dilansir dari Horoscope, berikut tujuh kebiasaan yang dalam perspektif astrologi dipercaya dapat menghambat perkembangan finansial dan membuat aliran rezeki terasa tersendat.

1. Terbiasa Bangun Terlambat

Bangun terlalu siang dipercaya dapat membuat seseorang kehilangan momentum untuk memulai aktivitas dengan baik.

Dalam astrologi, Matahari atau Surya sering dikaitkan dengan vitalitas, keberanian, kepercayaan diri, kesuksesan, dan pencapaian. Karena itu, kebiasaan bangun terlambat dianggap dapat mengurangi energi yang dibutuhkan untuk menjalani hari secara produktif.

Dari perspektif tersebut, seseorang yang terus-menerus kehilangan waktu pada pagi hari diyakini lebih mudah melewatkan kesempatan, kurang termotivasi, dan mengalami hambatan dalam pekerjaan maupun bisnis.

2. Enggan Berbagi atau Membantu Sesama

Sikap terlalu mementingkan diri sendiri juga dianggap dapat menghambat energi kemakmuran.

Dalam sejumlah kepercayaan astrologi, kehidupan berjalan melalui prinsip memberi dan menerima. Membantu orang lain dengan tulus diyakini dapat menciptakan energi positif sekaligus memperluas hubungan sosial.

Sebaliknya, sifat serakah dan enggan berbagi dipercaya dapat membuat seseorang kehilangan dukungan dari lingkungan. Akibatnya, kesempatan yang seharusnya bisa berkembang melalui relasi menjadi lebih terbatas.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore