
seseorang yang mengecek ponsel terus menerus. (Magnific)
JawaPos.com - Ponsel telah menjadi bagian yang hampir tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Kita menggunakannya untuk bekerja, berkomunikasi, mencari informasi, menikmati hiburan, berbelanja, bahkan mengisi waktu ketika sedang tidak melakukan apa-apa.
Masalahnya bukan sekadar pada berapa lama seseorang menggunakan ponsel, melainkan seberapa sering seseorang merasa terdorong untuk memeriksanya.
Mengecek notifikasi ketika mendengar bunyi pesan tentu merupakan hal yang wajar. Namun, ketika tangan secara otomatis mengambil ponsel setiap beberapa menit, membuka media sosial tanpa tujuan yang jelas, memeriksa pesan meskipun tidak ada notifikasi, atau merasa gelisah ketika ponsel tidak berada di dekat kita, kebiasaan tersebut dapat mulai memengaruhi kondisi psikologis.
Dilansir dari Psychology Today pada Jumat (28/8), dalam psikologi, perilaku seperti ini menarik karena sering kali bukan sekadar persoalan "kurang disiplin". Ada mekanisme perhatian, pembelajaran perilaku, regulasi emosi, dan pencarian penghargaan yang ikut berperan.
Lantas, mengapa kebiasaan mengecek ponsel secara terus-menerus dapat menjadi bentuk merugikan diri sendiri?
Berikut tujuh alasannya.
1. Ponsel Mengajarkan Otak untuk Sulit Menoleransi Kebosanan
Salah satu alasan seseorang terus-menerus mengecek ponsel adalah karena ponsel menawarkan jalan keluar yang sangat mudah dari rasa bosan.
Sedang menunggu antrean? Buka ponsel.
Sedang makan sendirian? Buka ponsel.
Menunggu kendaraan? Buka ponsel.
Bahkan ketika hanya ada beberapa detik tanpa aktivitas, tangan bisa secara otomatis meraih perangkat tersebut.
Pada awalnya, perilaku ini terlihat tidak berbahaya. Namun, jika dilakukan berulang kali, seseorang dapat semakin terbiasa menghilangkan rasa bosan secepat mungkin.
Padahal, kebosanan merupakan bagian normal dari pengalaman manusia.
Otak tidak selalu membutuhkan rangsangan. Ada kalanya seseorang perlu berada dalam kondisi tanpa stimulasi untuk berpikir, mengamati lingkungan, memproses pengalaman, atau sekadar beristirahat secara mental.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
