Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Juli 2026 | 00.25 WIB

Simak, 7 Alasan Psikologi di Balik Gaya Berpakaian Serba Hitam yang Jarang Disadari

Alasan psikologi di balik gaya berpakaian serba hitam yang jarang disadari./Magnific/ freepik - Image

Alasan psikologi di balik gaya berpakaian serba hitam yang jarang disadari./Magnific/ freepik

JawaPos.com – Gaya berpakaian serba hitam ternyata menyimpan makna psikologi yang lebih dalam daripada sekadar tren fesyen semata.

Orang yang gemar mengenakan pakaian serba hitam sering kali memahami hal-hal tentang kepercayaan diri dan identitas diri yang luput dari perhatian kebanyakan orang.

Pilihan warna gelap ini bukan tanda kurangnya kreativitas, melainkan cerminan cara berpikir yang lebih praktis dan penuh kesadaran diri.

Dilansir dari laman YourTango pada Minggu (19/7), berikut tujuh pemahaman yang biasa dimiliki orang yang setia dengan busana serba hitam dalam keseharian mereka.

1. Kenyamanan pakaian adalah kekuatan tersembunyi

Memakai busana yang praktis dan tidak perlu dikhawatirkan kotor membuat seseorang merasa lebih bebas menjalani aktivitas.

Kenyamanan semacam ini membuka ruang bagi diri untuk tampil apa adanya tanpa rasa canggung berlebihan.

Ketika pakaian tidak lagi menjadi beban pikiran, seseorang bisa lebih mudah terhubung dengan orang lain secara autentik.

2. Gaya berpakaian tidak harus mewakili segalanya

Banyak orang menggunakan pakaian sebagai alat utama menunjukkan kepribadian kepada dunia luar.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore