Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Juli 2026 | 01.32 WIB

Psikologi Karier Mengungkap Alasan Karyawan Paling Kompeten Justru Lebih Sulit Mendapat Promosi

Ilustrasi karyawan (Freepik) - Image

Ilustrasi karyawan (Freepik)

JawaPos.com - Banyak orang meyakini bahwa bekerja dengan baik akan membuka jalan menuju jenjang karier yang lebih tinggi. 

Semakin tinggi kualitas pekerjaan yang dihasilkan, semakin besar pula peluang seseorang memperoleh promosi atau posisi strategis. 

Namun, kenyataan di dunia kerja tidak selalu berjalan seperti harapan tersebut.

Dalam psikologi karier, terdapat fenomena yang dikenal sebagai competency tax, yaitu kondisi ketika seseorang yang sangat kompeten justru terjebak pada posisi yang sama karena organisasi terlalu bergantung pada kemampuannya. 

Alih-alih diberi kesempatan berkembang, karyawan tersebut terus menerima pekerjaan tambahan karena dinilai sebagai sosok yang paling mampu menyelesaikan berbagai persoalan.

Fenomena ini tidak menunjukkan bahwa seseorang kurang berprestasi. Sebaliknya, competency tax muncul justru karena tingkat kompetensi yang tinggi. 

Memahami penyebab dan tanda-tandanya dapat membantu Anda mengambil langkah yang tepat agar kemampuan yang dimiliki menjadi jalan menuju promosi, bukan penghambat perkembangan karier yang dihimpun dari Psychology Today pada Sabtu (11/06).

1. Selalu Menjadi Orang Pertama yang Dicari Saat Terjadi Masalah

Salah satu ciri paling umum dari competency tax adalah ketika Anda selalu menjadi orang pertama yang dihubungi setiap kali muncul masalah. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore