Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 April 2026 | 01.38 WIB

Orang yang Takut Menjadi Tua Biasanya Menunjukkan 10 Perilaku Defensif Ini Menurut Psikologi

seseorang yang takut menjadi tua (Freepik/katemangostar) - Image

seseorang yang takut menjadi tua (Freepik/katemangostar)


JawaPos.com - Penuaan adalah proses alami yang tidak bisa dihindari. Namun, bagi sebagian orang, bertambahnya usia bukan sekadar perubahan fisik—melainkan sumber kecemasan yang mendalam.

Dalam psikologi, ketakutan terhadap penuaan sering dikaitkan dengan aging anxiety, yaitu kekhawatiran berlebihan terhadap kehilangan daya tarik, kesehatan, relevansi sosial, atau bahkan makna hidup.

Alih-alih menghadapi ketakutan ini secara terbuka, banyak orang justru mengembangkan berbagai mekanisme defensif. Perilaku ini sering kali tidak disadari, tetapi dapat terlihat jelas dalam keseharian mereka.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 10 perilaku defensif yang sering ditunjukkan oleh orang yang takut menjadi tua:

1. Terobsesi dengan Penampilan Fisik

Mereka sangat fokus pada tanda-tanda penuaan seperti keriput, rambut beruban, atau perubahan bentuk tubuh. Upaya menjaga penampilan menjadi berlebihan, bukan lagi sekadar merawat diri, tetapi didorong oleh rasa takut kehilangan daya tarik.

2. Menolak Mengakui Usia

Orang dengan kecemasan terhadap penuaan sering enggan menyebutkan usia sebenarnya. Mereka bisa merasa tersinggung jika diingatkan soal umur atau bahkan berusaha “menghapus” identitas usia dari kehidupan sosial mereka.

3. Berusaha Terlihat Lebih Muda Secara Berlebihan

Mulai dari gaya berpakaian hingga cara berbicara, mereka sering meniru generasi yang lebih muda. Tujuannya bukan sekadar mengikuti tren, tetapi untuk menghindari label “tua”.

4. Menghindari Topik Tentang Penuaan atau Kematian

Pembicaraan tentang usia, penyakit, atau kematian sering dihindari karena memicu kecemasan. Mereka cenderung mengalihkan topik atau bahkan menolak diskusi tersebut sepenuhnya.

5. Terlalu Kompetitif dengan Generasi Muda

Alih-alih melihat generasi muda sebagai penerus, mereka justru merasa terancam. Ini bisa muncul dalam bentuk persaingan tidak sehat, terutama di tempat kerja atau lingkungan sosial.

6. Sulit Menerima Perubahan Fisik

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore