
Ilustrasi seseorang yang memegang hp di rumah tampak lesu dan tidak bersemangat. (Freepik)
JawaPos.com - Masa kecil adalah fondasi penting yang membentuk kepribadian dan cara seseorang berinteraksi di dunia. Sayangnya, tidak semua orang mendapatkan pemenuhan kebutuhan emosional secara konsisten dari figur pengasuh mereka. Ketidaklengkapan ini kemudian berkembang menjadi mekanisme pertahanan diri yang terbawa hingga dewasa.
Psikologi mengatakan orang yang kebutuhan dasarnya tidak terpenuhi di masa kecil cenderung mengembangkan kebiasaan tertentu
Melansir dari Geediting.com Kebiasaan ini adalah respons bawah sadar terhadap kurangnya validasi, keamanan, atau dukungan di masa lalu. Penting sekali mengenali pola-pola ini agar dapat memulai proses penyembuhan yang tepat.
Orang ini secara teratur mengedepankan kebutuhan orang lain jauh di atas kebutuhan pribadinya. Mereka terus-menerus mengatakan "ya" pada setiap permintaan, bahkan ketika mereka tidak menginginkannya. Kebiasaan ini sebenarnya adalah strategi bertahan hidup yang dipelajari sejak kecil.
Seseorang merasa bahwa ia hanya dicintai atau diterima jika mereka selalu menempatkan orang lain lebih dulu. Hal ini seringkali berakar dari pola asuh yang menuntut kebutuhan orang tua harus diutamakan.
Mereka hidup dalam keadaan cemas atau "siaga tinggi" secara berkelanjutan. Individu ini terus-menerus memindai lingkungan mereka untuk mencari tanda-tanda bahaya atau penolakan. Ini adalah warisan dari masa kecil yang tidak terduga dan tidak aman.
Kondisi tersebut membuat mereka tidak pernah merasa tenang. Ini juga mencegah mereka untuk bersantai dan menikmati momen yang ada.
Kesulitan menjalin kepercayaan yang mendalam adalah satu di antara ciri yang menonjol. Penelitian menunjukkan bahwa pengabaian emosional masa kecil sering dikaitkan dengan gaya keterikatan cemas-menghindar pada orang dewasa. Akibatnya, mereka cenderung menjaga jarak emosional dengan siapa pun.
Bahkan ketika tidak ada alasan yang jelas, mereka mungkin tetap curiga. Mereka kesulitan menerima bahwa orang lain dapat dipercaya sepenuhnya.
Mereka menjadi perfeksionis yang tiada henti, selalu berusaha keras untuk mencapai standar yang mustahil. Mereka percaya bahwa mereka harus sempurna agar layak mendapatkan cinta atau pengakuan dari orang lain. Standar tinggi ini membuat mereka merasa terus-menerus tidak memadai.
Ini adalah bentuk kompensasi atas kurangnya validasi yang pernah diterima di masa kecil. Perasaan puas pun sulit dicapai karena selalu ada kekurangan kecil.
Mereka seringkali merasa mati rasa secara emosional atau kesulitan untuk menamai apa yang sedang mereka rasakan. Ketika perasaan diabaikan atau dikesampingkan saat kecil, seseorang belajar untuk menekan emosinya. Kondisi ini menyebabkan kesulitan membentuk hubungan emosional yang sehat.
Bahkan dalam terapi, mereka mungkin kesulitan mengidentifikasi antara perasaan "senang," "sedih," atau "marah." Mereka memutuskan hubungan dari pengalaman emosional diri sendiri.
Mereka cenderung menghindari pertentangan atau konflik seolah-olah itu adalah ancaman fisik. Mereka takut bahwa konflik sekecil apapun akan menyebabkan penolakan atau ditinggalkan. Menghindari konflik adalah upaya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas.
Hal ini seringkali berarti mereka mengorbankan kebutuhan atau pendapat mereka sendiri. Mereka memilih mundur daripada menghadapi perselisihan.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
