Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 November 2025 | 16.46 WIB

Serupa Tapi Tak Sama! Ini Perbedaan Tungau Kasur vs Kutu Kasur yang Harus Kamu Tahu

Ilustrasi Kutu Kasur. (Freepik) - Image

Ilustrasi Kutu Kasur. (Freepik)

JawaPos.com – Bayangkan ketika kamu bangun tidur di pagi hari, tubuhmu dihinggapi rasa gatal dan ruam di sekujur badan. Kamu pasti berpikir ada yang salah. Mungkin dari bed cover yang kamu gunakan atau makanan yang kamu konsumsi sebelumnya.

Namun, pernahkah kamu terbesit kalau jangan-jangan penyebabnya adalah sesuatu yang hinggap dan bersembunyi di kasur? Jika iya segeralah cek dan kenali lebih lanjut, apakah penyebab utamanya dari tungau atau justru kutu yang bersarang di dalam kasur.

Kondisi ini kerap kali diabaikan karena gejalanya mirip dengan alergi biasa dan banyak orang berpikir akan sembuh dengan sendirinya. Padahal, kita harus waspada karena jika dibiarkan akan semakin merugikan dan tidak baik untuk kesehatan.

Kasur, bantal, dan selimut yang tampak bersih secara kasat mata masih bisa menjadi rumah bagi makhluk mikroskopis pemicu reaksi alergi. Walau tak terlihat jelas, keberadaan mereka nyata dan mengganggu kenyamanan terutama bagi orang dengan sistem imun sensitif.

Oleh karena itu sebelum mempengaruhi kualitas tidur lebih jauh lagi harus segera dicari tahu penyebabnya. Apakah yang hinggap sejenis tungau kasur atau sering dikenal juga tungau debu, atau lebih parahnya justru kutu yang entah berasal darimana. Lantas apakah sebenarnya mereka berbeda? Simak penjelasannya berikut.

Tungau Kasur (Dust Mites)

Menurut Alodokter, tungau kasur (dust mites) adalah hewan mikroskopis yang tidak menggigit. Mereka hidup dari serpihan kulit manusia dan suka berkembang biak di tempat lembab. Masalah muncul berasal dari kotoran dan sisa tubuh tungau yang dimana bisa memicu reaksi alergi, seperti gatal, bersin, ruam merah, bahkan sesak napas bagi penderita alergi debu.

Mengutip Tom’s Guide, tungau debu hidup dari serpihan kulit mati manusia maupun hewan peliharaan. Itulah sebabnya, benda-benda di tempat yang berpotensi lembab seperti kasur, bantal, sofa, hingga karpet menjadi tempat ideal bagi mereka untuk berkembang biak. Menariknya, tungau debu berukuran sangat kecil yaitu sekitar 0,2 hingga 0,3 milimeter.

Alodokter juga menyebutkan beberapa gejala yang dapat timbul akibat reaksi alergi atau iritasi dari gigitan tungau kasur antara lain rasa gatal pada kulit, terutama saat baru bangun tidur. Bentol merah kecil atau ruam juga sering muncul di bagian tubuh yang sering bersentuhan langsung dengan kasur, seperti punggung, lengan, leher, atau kaki. Selain itu, kulit bisa terasa panas dan perih di area yang tergigit.

Pada sebagian orang, paparan hewan ini dapat menimbulkan reaksi alergi berupa bersin-bersin, hidung tersumbat, hingga mata berair terutama bila sering terpapar debu dari kasur. Jika digaruk terlalu keras, kulit yang teriritasi dapat mengalami luka terbuka atau infeksi ringan, sehingga menambah rasa tidak nyaman.

Akan tetapi jangan khawatir. Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, ada beberapa langkah sederhana yang bisa membantu meredakannya. Pertama, segera mandi dan bersihkan area kulit yang terasa gatal untuk menghilangkan sisa tungau atau kotoran yang menempel.

Setelah itu, kamu dapat mengoleskan krim antihistamin atau kortikosteroid ringan seperti hidrokortison yang berfungsi untuk mengurangi peradangan dan rasa gatal. Pastikan penggunaannya sesuai dengan anjuran dokter, terutama pada anak-anak.

Selain itu, yang terpenting adalah hindari menggaruk kulit yang gatal, karena dapat menyebabkan luka terbuka dan meningkatkan risiko infeksi. Jika rasa gatal masih mengganggu, kompres area tersebut dengan air dingin untuk membantu menenangkan kulit dan mengurangi ketidaknyamanan.

Kutu Kasur (Bed Bugs)

Sementara itu, Halodoc menjelaskan bahwa kutu kasur (bed bugs) adalah serangga kecil berbentuk pipih yang benar-benar menggigit kulit manusia untuk menghisap darah. Gigitannya bisa menyebabkan bentol gatal yang berderet di area tubuh tertentu seperti lengan, kaki, atau punggung. Bed bugs aktif di malam hari dan sulit dibasmi jika sudah berkembang biak di celah-celah kasur atau furnitur.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore