Ilustrasi orang yang mengalami penurunan daya ingat. (Freepik)
JawaPos.com–Pernahkah kamu merasa kesulitan untuk mengingat hal sederhana, seperti letak remot TV atau kunci motor? Sebagai manusia, kondisi tersebut merupakan sesuatu yang wajar.
Namun, bila terjadi berulang kali, kemungkinan kamu telah mengalami demensia atau kepikunan yang umumnya dialami oleh orang berusia tua. Lalu, bagaimana jika orang yang masih muda sudah mulai mengalami kelupaan berlebih?
Dilansir dari laman rspp.co.id, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami kepikunan di usia muda. Di antaranya adalah gaya hidup tidak sehat, pikiran stres, kekurangan tidur, penggunaan obat-obatan tertentu, hingga gangguan kecemasan dan depresi.
Jika dibiarkan, keadaan ini dapat mengganggu produktivitas sehari-hari, seperti kehilangan konsentrasi hingga kesulitan menyelesaikan tugas sederhana. Yuk simak 7 cara mengatasinya agar hidupmu tetap berjalan lancar dan produktif.
Otak yang terbiasa berpikir dan bekerja keras dapat mencegah kepikunan dini karena fungsinya akan tetap aktif. Menjaga keaktifan otak dapat dilakukan dengan kegiatan menyenangkan, seperti bermain game teka-teki, belajar musik, menari, ataupun mengasah kemampuan bahasa asing.
Asupan yang masuk ke dalam tubuh sangat mempengaruhi kinerja otak, termasuk mengingat hal-hal sederhana. Pilihlah makanan yang mengandung vitamin B12 dan asam lemak omega3, seperti ikan salmon, tuna, sayur, buah, dan produk susu rendah lemak agar kesehatan otak tetap terjaga.
Selain menjaga kebugaran tubuh, aktivitas olahraga juga dapat mengoptimalkan kesehatan otak. Hal tersebut akan mencegah risiko mudah lupa atau hilang ingatan karena kadar oksigen telah tercukupi. Cukup melakukan olahraga ringan seperti joging, aerobik, berenang, atau bersepeda.
Stres berlebihan dapat meningkatkan hormon kortisol yang merusak area penting dalam otak. Hal tersebut akan menjadi penyebab seseorang sering melupakan beberapa ingatan.
Usahakan untuk mengelola stres dengan baik, seperti mengalihkan pikiran dengan kegiatan positif. Selain itu, kamu juga bisa mengatasi stres melalui meditasi secara rutin agar mental dan kondisi psikologis tetap terjaga dengan baik.
Menata barang secara teratur dapat menjadi solusi efektif bagi kamu yang sering melupakan posisi atau letak barang. Pastikan kamu konsisten untuk meletakkan barang di tempat yang sama agar lebih mudah untuk mengingatnya.
Waktu tidur efektif akan memberikan ruang bagi otak untuk memulihkan kesegaran dan memperbaiki jaringan yang rusak. Dengan demikian, kecukupan istirahat dapat menjaga sistem otak sekaligus mencegah risiko penurunan daya ingat. Waktu tidur yang dibutuhkan orang dewasa adalah sekitar 7 – 8 jam perhari.
Dikutip dari generali.co.id, ketika tubuh manusia kekurangan cairan, kemampuan kerja otak juga ikut menurun. Oleh karena itu, pastikan meminum air putih setiap hari sesuai kebutuhan agar terhindar dari dehidrasi dan penurunan daya ingat.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
