Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Maret 2025 | 17.15 WIB

Hati-Hati dengan Dua Wajahnya: Pria yang Terlihat Karismatik di Depan Umum tapi Bersikap Menyakitkan dalam Hubungan Pribadi

Ilustrasi pria yang bermuka dua. (freepik). - Image

Ilustrasi pria yang bermuka dua. (freepik).

JawaPos.com-Beberapa orang tampak sangat menawan di depan umum. Mereka tahu cara membuat orang lain tertawa, memikat hati mereka, dan tampil baik serta percaya diri. Pesona mereka seolah-olah tak tertandingi, membuat banyak orang merasa nyaman di sekitar mereka.

Namun, di balik pintu tertutup, cerita mereka bisa sangat berbeda. Kata-kata mereka menjadi tajam, nada bicara mereka dingin, dan mereka sering kali meremehkan orang-orang terdekatnya. Mereka mungkin tampak sempurna bagi dunia luar, tetapi bagi orang yang hidup bersamanya, mereka bisa menjadi sosok yang sulit dipahami dan bahkan menakutkan.

Kontras ini bisa sangat membingungkan—bagaimana seseorang bisa begitu disukai oleh banyak orang, tetapi begitu kejam saat hanya berdua? Sebenarnya, ada beberapa perilaku khas yang sering mereka tunjukkan. 
 
Dilansir JawaPos.com dari laman Geediting.com pada Sabtu, 8 Maret 2025. Begitu Anda mengenali tanda-tanda ini, Anda akan lebih mudah melihat di balik pesona mereka dan memahami apa yang sebenarnya terjadi.

1) Mereka Berganti Kepribadian Tergantung Siapa yang Ada di Sekitarnya


Salah satu tanda terbesar dari seseorang yang bermuka dua adalah perubahan perilakunya yang drastis tergantung pada audiensnya.

Di depan umum, mereka bisa sangat ramah, lucu, dan penuh pesona. Mereka tahu persis apa yang harus dikatakan untuk membuat orang menyukai mereka. Mereka menjadi pusat perhatian, selalu tampak baik dan murah hati.

Namun, saat hanya berdua atau dalam lingkungan yang lebih pribadi, kehangatan itu tiba-tiba menghilang. Mereka menjadi dingin, meremehkan, bahkan kejam terhadap orang-orang terdekatnya. Mereka mungkin mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan atau menunjukkan sikap merendahkan tanpa alasan yang jelas.

Perubahan ini bukanlah kebetulan. Ini adalah tindakan yang penuh perhitungan. Mereka ingin mempertahankan citra yang baik di depan umum sambil memastikan bahwa sifat asli mereka tetap tersembunyi dari dunia luar. Jika Anda merasa seperti sedang berhadapan dengan dua orang yang berbeda, percayalah pada intuisi Anda—itu bukan sekadar imajinasi.

2) Mereka Membuat Anda Meragukan Realitas Anda Sendiri (Gaslighting)

Salah satu bentuk manipulasi paling umum yang dilakukan oleh pria seperti ini adalah gaslighting. Mereka akan memutarbalikkan kenyataan hingga Anda mulai meragukan pengalaman Anda sendiri.
 
Baca Juga: 8 Tanda Pria Sedang Tidak Bahagia tapi Terlalu Terkekang Emosinya untuk Mengakuinya, Kenali Isyarat Tersembunyi

Misalnya, jika Anda mengonfrontasi mereka tentang sesuatu yang menyakitkan yang mereka katakan, mereka mungkin akan tertawa dan berkata, "Saya tidak pernah mengatakan itu," atau "Anda pasti salah paham." Mereka bisa bersikap seolah-olah Anda hanya berkhayal, membuat Anda merasa bingung dan tidak yakin dengan ingatan Anda sendiri.

Awalnya, Anda mungkin berpikir bahwa Anda hanya terlalu sensitif atau salah mengartikan sesuatu. Namun, semakin lama, Anda mulai mempertanyakan diri sendiri dalam setiap situasi. Mereka berhasil mengendalikan narasi dan membuat Anda merasa bersalah atau meragukan diri sendiri.

Jika seseorang terus-menerus membuat Anda merasa bingung atau mempertanyakan pengalaman Anda sendiri, itu bukan kebetulan. Itu adalah strategi yang disengaja untuk mengontrol Anda.

3) Mereka Hanya Menunjukkan Empati Saat Menguntungkan Mereka

Sekilas, pria seperti ini mungkin tampak sangat peduli dan pengertian. Mereka bisa memberikan kata-kata manis yang menenangkan dan tampak mendukung ketika ada orang lain yang melihatnya.

Namun, jika diperhatikan lebih dalam, empati mereka tidak konsisten. Mereka hanya menunjukkan kepedulian saat hal itu menguntungkan mereka atau ketika ada penonton. Saat tidak ada orang lain yang memperhatikan, mereka bisa menjadi sangat berbeda—kurang peduli, meremehkan, atau bahkan kasar.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang-orang seperti ini memiliki apa yang disebut "empati kognitif"—mereka memahami emosi orang lain, tetapi tidak benar-benar merasakannya. Ini memungkinkan mereka untuk meniru rasa iba tanpa benar-benar peduli.

Jika seseorang tampak berempati di depan umum tetapi bertindak dingin atau meremehkan secara pribadi, itu bukan ketidaksengajaan—itu adalah strategi.

4) Mereka Meremehkan Anda Lalu Mengatakan Itu Hanya Lelucon

Salah satu taktik favorit mereka adalah menjatuhkan harga diri Anda dengan cara yang tampaknya tidak berbahaya—melalui humor.

Mereka mungkin mengejek penampilan, kecerdasan, atau kepribadian Anda dengan cara yang terdengar seperti bercanda. Namun, saat Anda menunjukkan ketidaksenangan, mereka akan merespons dengan, "Tenang saja, saya hanya bercanda," atau "Anda terlalu sensitif."

Masalahnya adalah, lelucon yang sebenarnya seharusnya membuat semua orang tertawa, bukan hanya orang yang mengatakannya. Jika Anda selalu menjadi bahan ejekan dan merasa terluka, sementara mereka mengabaikan perasaan Anda, itu bukan humor—itu adalah cara untuk merendahkan Anda tanpa menerima konsekuensinya.

5) Mereka Membuat Anda Merasa Bahwa Apa Pun yang Anda Lakukan Tidak Pernah Cukup

Seberapa keras pun Anda berusaha, itu tidak akan pernah cukup bagi mereka. Anda bisa mencoba segala cara untuk membuat mereka bahagia, memenuhi harapan mereka, atau membuktikan nilai Anda, tetapi mereka akan selalu menemukan sesuatu untuk dikritik.
 
Baca Juga: Ingin Lebih Dihargai oleh Teman dan Keluarga? Hentikan 7 Kebiasaan Ini untuk Hubungan yang Lebih Harmonis

Mereka mungkin memuji Anda hari ini, tetapi besok mereka akan meremehkan usaha Anda atau membandingkan Anda dengan orang lain. Seiring waktu, ini bisa sangat melelahkan dan membuat Anda merasa tidak berharga.

Jika seseorang terus-menerus mengubah standar mereka dan tidak pernah benar-benar puas dengan Anda, itu bukan karena Anda tidak cukup baik. Itu adalah strategi mereka untuk membuat Anda merasa tergantung pada validasi mereka.

6) Mereka Bertindak Seperti Korban Saat Dihadapkan

Ketika Anda mencoba mengonfrontasi mereka tentang perilaku mereka, mereka akan berbalik memainkan peran sebagai korban. Tiba-tiba, merekalah yang merasa disakiti, disalahpahami, atau diperlakukan tidak adil.

Alih-alih bertanggung jawab atas tindakan mereka, mereka akan memutarbalikkan keadaan dan membuat Anda merasa bersalah. Anda mungkin akan mendengar mereka berkata, "Saya tidak percaya Anda berpikir begitu tentang saya," atau "Saya hanya berusaha melakukan yang terbaik."

Tanpa Anda sadari, Anda akhirnya meminta maaf—meskipun sebenarnya merekalah yang berbuat salah. Ini adalah cara mereka untuk menghindari tanggung jawab dan tetap mempertahankan kendali.

7) Mereka Hanya Bersikap Baik Ketika Takut Kehilangan Anda

Ketika mereka merasa aman dalam hubungan, mereka bisa bersikap dingin, meremehkan, atau bahkan kejam. Namun, jika mereka mulai merasa bahwa Anda akan pergi, tiba-tiba mereka berubah.

Mereka menjadi penuh perhatian lagi, mengucapkan kata-kata manis, dan mencoba mengingatkan Anda akan masa-masa indah di awal hubungan. Namun, ini bukan perubahan yang sesungguhnya—hanya strategi untuk mempertahankan Anda dalam lingkaran yang sama.

Mudah untuk berasumsi bahwa seseorang yang karismatik dan menawan pasti orang baik. Namun, pesona dan kebaikan bukanlah hal yang sama.

Jika seseorang menunjukkan dua wajah yang sangat berbeda, percayalah pada apa yang Anda lihat di balik pintu tertutup. Itulah versi mereka yang sebenarnya.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore