
Alasan Jangan Memuji Anak Cerdas (Pexels)
JawaPos.com - Orang tua seringkali merasa salah satu parenting anak yang baik adalah memuji anak cerdas setelah mereka berhasil melakukan sesuatu. Harapannya, buah hati akan percaya diri dan tumbuh menjadi pribadi yang sukses.
Tapi, penelitian psikologi berkata sebaliknya. Studi yang diterbitkan oleh Psychological Science mengungkap bahwa ada dampak negatif apabila orangtua memberi pujian bahwa anak mereka cerdas.
Dilansir dari laman Association for Psychological Science, para peneliti menguji hubungan antara pujian terhadap kemampuan serta moralitas anak dengan melibatkan 300 bocah berusia tiga sampai lima tahun.
Penelitian Psikologi Terkait Dampak Pujian Anak Cerdas
Selama proses uji coba, peneliti memberikan para bocah permainan tebak kartu. Pertama, mereka akan menganggap semua jawaban benar, dan menyampaikan pujian bagi sebagian anak.
Namun, ada kelompok ‘kontrol’ yang sama sekali tidak diberikan pujian. Kemudian, peneliti lanjut mengadakan permainan sesungguhnya. Di sini, peneliti benar-benar menilai ketika jawaban mereka salah atau benar.
Ada saat dimana peneliti berpura-pura keluar dan mewanti-wanti agar tetap jujur. Padahal tim peneliti hendak memeriksa kamera tersembunyi. Di sini lah fakta menarik terungkap.
Anak yang semula diberikan pujian sebagai anak cerdas, hamper 60% melanggar janji dengan membuka kartu agar bisa mendapat jawaban benar. Sedangkan 40% sisanya yakni kelompok ‘kontrol’ atau tanpa pujian tetap berusaha jujur.
Hubungan Pujian Anak Cerdas dan Perbuatan Curang
Salah satu peneliti bernama Kang Lee yakni professor psikologi dan pengembangan manusia dari Universitas Toronto menjelaskan kaitan antara pujian pintar dan dampak negatif di baliknya. Ternyata, ketika disebut sebagai ‘anak pintar’, mereka malah menganggap ini sebagai identitas.
Anak tidak lagi melihatnya sebagai hasil dari usaha atau kerja keras mereka. Jika sudah begitu, bukan tidak mungkin mereka bisa merasa tertekan dan akhirnya melakukan kecurangan demi menjaga reputasi.
Tak hanya itu saja dampak buruknya, anak juga rentan merasa takut gagal sehingga cenderung menghindari tantangan. Anak khawatir ketika benar-benar gagal, citra mereka akan rusak.
Cara Memuji Anak yang Benar Menurut Psikologi
Jadi, apakah memuji anak sangat dilarang? Tidak juga, asalkan orang tua mengetahui cara yang benar jika ingin memberikan apresiasi. Seperti yang dikatakan oleh profesor psikologi Universitas California yakni Gail Heyman, bahwa ketimbang harus memuji lewat kecerdasan umum, sebaiknya sanjung anak berdasarkan usaha, hasil spesifik, dan tanyakan bagaimana proses bisa meraihnya.
Misalnya saja, orang tua mengatakan bahwa tugas yang dikerjakan memiliki hasil yang sangat baik. Atau bisa juga menanyakan cara atau alur anak dapat menemukan jawaban dari kesulitan sebuah tugas.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
