Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Februari 2025 | 00.51 WIB

Pasangan yang Sering Memposting Kemesraan di Media Sosial Sering Menyembunyikan 8 Masalah Hubungan Ini

Ilustrasi. (pexels.com) - Image

Ilustrasi. (pexels.com)

JawaPos.com - Di era digital, melihat pasangan yang sering memposting kemesraan di media sosial bukanlah hal yang aneh. Foto-foto romantis, caption penuh cinta, dan instastory kebersamaan seolah menjadi standar baru dalam menunjukkan kehidupan cinta yang bahagia. 

Faktanya, postingan yang terus-menerus terkadang dapat menjadi cara untuk menutupi perjuangan yang lebih dalam. Saat mereka berbagi selfie lucu berdua, mereka mungkin sedang menyembunyikan keraguan, rasa tidak aman, atau bahkan konflik di balik layar.

Dilansir dari laman News Reports pada Senin (17/2) berikut adalah beberapa masalah hubungan yang sering tersembunyi di balik unggahan penuh cinta.

1. Mereka Mencari Validasi Lebih dari yang Mereka Akui

Bukan hanya sekadar berbagi kebahagiaan, pasangan yang sering memposting kemesraan bisa jadi sedang mencari validasi. Suka, komentar, dan emoji hati dari teman-teman mereka terasa seperti konfirmasi bahwa hubungan mereka baik-baik saja. 

Tapi jika hubungan mereka benar-benar kuat, apakah mereka masih membutuhkan persetujuan eksternal yang terus-menerus?

2. Mereka Memberikan Kompensasi Berlebihan terhadap Masalah-Masalah Tersembunyi

Di mata orang lain, mereka mungkin terlihat seperti pasangan sempurna. Namun, realitanya bisa berbeda jauh. Tidak jarang, pasangan yang terlalu sering memamerkan kehidupan cinta mereka justru sedang berusaha menutupi kekosongan atau masalah yang mereka rasakan. 

Dengan memamerkan kemesraan secara online, mereka berharap bisa meyakinkan diri sendiri bahwa semuanya baik-baik saja.

3. Mereka Menggunakan Media Sosial untuk Menghindari Komunikasi Nyata

Penelitian menunjukkan bahwa semakin seseorang terobsesi dengan citra online mereka, semakin besar kemungkinan mereka mengalami ketidakpuasan dalam hubungan. 

Pasangan yang terus-menerus sibuk menciptakan kesan "relationship goals" bisa jadi mengalihkan fokus dari hal yang lebih penting yaitu komunikasi yang jujur. Hubungan yang kuat tidak butuh penonton, tapi butuh keterbukaan.

4. Mereka Mencampuradukkan Persetujuan Publik dengan Kebahagiaan Pribadi

Ucapan selamat ulang tahun yang panjang dan romantis, foto dinner mewah, atau potret kejutan kecil yang manis mungkin terlihat tulus. Namun, tak jarang semua itu dilakukan bukan karena mereka benar-benar merasa terhubung, melainkan karena mereka tahu postingan tersebut akan mendapat banyak interaksi. 

Masalahnya? Persetujuan publik hanya bersifat sementara, sementara kebahagiaan sejati harus berasal dari dalam hubungan itu sendiri.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore